Bahaya Menggunakan Headset Bagi Otak Dan Telingan

Berdasarkan penelitian efek buruk datang jika menggunakan headset selama 5 jam dalam waktu seminggu.Dapat merusak permanen pada telinga,kemungkinan besar terjadi pada usia muda.Bahkan menimbulkan resiko kehilangan pendengaran di pertengahan usian 20-an.


Penyebab gangguan pendengaran memang berragam tergantung pada sesuai usia.suara terbagi beberapa tingkat yaitu suara ringan untuk dewasa berada antara 25 hingga 40 dB,sedangkan untuk anak-anak 20-40dB.Bertingkat semakin tinggi hingga suara terberat berkualitas sekitar 90dB atau lebih yang dapat didengar manusia.


Berapa cara mengurangi kerusakan pendengaran.....
  • mengurangi volume suara 
  • mengurangi waktu untuk mengdengarkan dengan headset
Efek negatif headset untuk kesehatan tubuh.....

1. Kerusakan permanen pada telingan
    Bila telingan sudah tidak kuat untuk menahan beban suara keras dari headset yang terhubung langsung dengan lubang telinga biasanya hal ini terjadi pada usia muda atau remaja
2.Kehilangan pendengaran di usia 20 an
   Menurut penelitian efek dalam penggunakan headset yang berlebihan ini memang tidak akan langsung terasa.karena yang menggunakan berlebihan akan muncul secara perlahan biasanya efek akan muncul pada usia 20 an.di dalam usia tersebut si penderita akan mulai kehilangan pendengarannya.
3.Kerusakan Otak
  Gelombang elektromagnetik mengakibatkan headset ini diduga berpengaruh terhadap listrik otak.di pengaruhi pada listrik otak pada tikus .akan tetapi pada saat ini belum diketahui seberapa besar efek dari gelombang elektromagnetik itu pada otrak manusia ,yang jelas kamu harus berwaspada.

4.Ambang Pendengaran 
  Paparan musik dengan headset dpat mempengaruhi amabng pendengaran manusia terutama dalam volume keras dan dalam jangka waktu lama.secara perlahan efek ini akan menggangu pendengaran permanen.
maka dari itu dihimbau bagi pengguna headset lebih memperhatikan penggunakannya.


Post by : Diah Dwi Utami
Email    : diahdwiutami28@gmail.com
Blog     : dwiutamidiah.blogspot.com

Share on Google Plus

About diah dwi utami

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar