A. DIMENSIA
Demensia adalah suatu gangguan intelektual/daya ingat
yang umumnya progresif dan ireversibel. Biasanya ini sering terjadi
pada orang yang berusia > 65 tahun. Di Indonesia sering menganggap
bahwa demensia ini merupakan gejala yang normal pada setiap orang tua.
Namun kenyataan bahwa suatu anggapan atau persepsi yang salah bahwa
setiap orang tua mengalami gangguan atau penurunan daya ingat adalah
suatu proses yang normal saja. Anggapan ini harus dihilangkan dari
pandangan masyarakat kita yang salah.Faktor resiko yang sering menyebabkan lanjut usia
terkena demensia adalah: usia, riwayat keluarga, jenis kelamin
perempuan. Demensia merupakan suatu penyakit degeneratif primer pada
susunan sistem saraf pusat dan merupakan penyakit vaskuler.
Kriteria derajat demensia:
Ringan:walaupun terdapat gangguan berat daya
kerja dan aktivitas sosial, kapasitas untuk hidup mandiri tetap dengan
higiene personal cukup dan penilaian umum yang baik.
Sedang:hidup mandiri berbahaya diperlukan berbagai tingkat suportivitas.
Berat:aktivitas kehidupan sehari-hari terganggu sehingga tidak berkesinambungan, inkoherensi.
Terdapat 7 jenis demensia yang sering terjadi pada lansia, yaitu:
- Demensia Tipe Alzheimer
- Demensia Vaskuler
- Demensia Pick
- Demensia Penyakit Creutzfeldt – Jacob
- Demensia karena Penyakit Huntington
- Demensia karena Hidrosefalus Tekanan Normal
- Demensia karena Penyakit Parkinson
B. Depresi
Gangguan depresi merupakan hal yang terpenting dalam
problem lansia. Usia bukan merupakan faktor untuk menjadi depresi tetapi
suatu keadaan penyakit medis kronis dan masalah-masalah yang dihadapi
lansia yang membuat mereka depresi. Gejala depresi pada lansia dengan
orang dewasa muda berbeda dimana pada lansia terdapat keluhan somatik.
Gejala depresi pada lansia, yaitu:
Gejala utama:
>.Afek depresi
>.Kehilangan minat
>.Berkurangnya energi (mudah lelah)
Gejala lain:
A.Konsentrasi dan perhatian berkurang
B.Kurang percaya diri
C.Sering merasa bersalah
D.Pesimis
F.Ide bunuh diri
G.angguan pada tidur
H.Gangguan nafsu makan
Berdasarkan gejala di atas, depresi pada lansia dapat dibedakan beberapa bentuk berdasarkan berat ringannya:
Depresi ringan: 2 gejala utama + 2 gejala lain+ aktivitas tidak terganggu.
Depresi sedang: 2 gejala utama + 3 gejala lain+ aktivitas agak terganggu.
Depresi berat: 3 gejala utama + 4 gejala lain+ aktivitas sangat terganggu.
Penyebab terjadinya depresi merupakan gabungan antara faktor-faktor psikologik, sosial dan biologik.
Biologik: sel saraf yang rusak, faktor genetik,
penyakit kronis seperti hipertensi, DM, stroke, keterbatasan gerak,
gangguan pendengaran/penglihatan.
Sosial: kurang interaksi sosial, kemiskinan, kesedihan, kesepian, isolasi sosial.
Psikologis: kurang percaya diri, gaul, akrab, konflik yang tidak terselesai.
.
C. Skizofrenia
Skizofrenia biasanya dimulai pada masa remaja
akhir/dewasa muda dan menetap seumur hidup. Wanita lebih sering
menderita skizofrenia lambat dibanding pria. Perbedaan onset lambat
dengan awal adalah adanya skizofrenia paranoid pada tipe onset lambat.
Sekurang-kurangnya satu gejala berikut:
- Thought echo, insertion, broadcasting.
- Delution of control, influence, passivity, perseption
- Halusinasi auditorik
- Waham yang menetap
Paling sedikit 2 gejala berikut:
- Halusinasi panca indera yang menetap
- Arus pikir yang terputus
- Perilaku katatonik
- Gejala negatif
Adanya gejala-gejala khas tersebut di atas berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih.
Terapi dapat diberikan obat anti psikotik seperti haloperidol, chlorpromazine, dengan pemberian dosis yang lebih kecil.
D. Gangguan Delusi
Onset usia pada gangguan delusi adalah 40 – 55 tahun,
tetapi dapat terjadi kapan saja. Pada gangguan delusi terdapat waham
yang tersering yaitu: waham kejar dan waham somatik.
Pencetus terjadinya gangguan delusi adalah:
Kematian pasangan
Isolasi sosial
Finansial yang tidak baik
Penyakit medis
Kecacatan
Gangguan pengelihatan/pendengaran
Pada gangguan delusi terdapat jenis lain yang
onset lambat yang dikenal sebagai parafrenia yang timbul selama beberapa
tahun dan tidak disertai demensia. Terapi yang dapat diberikan yaitu:
psikoterapi yang dikombinasi dengan farmakoterapi.
nama : ervan
email : ervanramadan534@gmail.dom
nama : ervan
email : ervanramadan534@gmail.dom
0 komentar:
Posting Komentar