Menurut antai Ontongg (1995:297), self esteem dipengaruhi oleh
pengalaman individu dalam perkembangan fungsi ego ,dimana anak-anak yang dapt
beradaptasi terhadap lingkungan internal dan external biasanya memiliki
perasaan aman terhadap lingkungan dan menunjukan self esteem yang positif.
Sedangkan individu yang memiliki harga diri rendah cendrung untuk
mempresepsikan lingkungannya negative dan sangan mengancam. Mungkin pernah
mengalami depresi atau gangguan dalam fungsi egonya.
Menarik diri
adalah suatu keadaan pasien yang mengalami ketidak mampuan untuk mengadakan hubungan dengan orang lain
atau
dengan lingkungan di sekitarnya secara wajar. Pada pasien dengan perilaku menarik diri sering melakukan kegiatan
yang ditujukan untuk mencapai pemuasan diri, dimana pasien melakukan usaha untuk melindungi diri sehingga ia jadi pasif dan
berkepribadian kaku, pasien menarik diri juga melakukan pembatasan (isolasi diri), termasuk juga kehidupan emosionalnya, semakin sering pasien menarik diri, semakin banyak kesulitan yang dialami dalam mengembangkan hubungan sosial dan emosional dengan orang lain (Stuart dan Sundeen, 1998).
Faktor yang mempengaruhi penampilan peran, yaitu peran yang sesuai dengan jenis kelamin, peran dalam pekerjaan dan peran yang sesuai dengan kebudayaa
Faktor yang mempengaruhi identitas diri, yaitu orang tua yang tidak percaya pada anak, tekanan teman sebaya dan kultur social yang berubah
Ketegangan peran, adalah stress yang berhubungan dengan frustasi yang dialami individu dalam peran atau posisi yang diharapkan seperti konsep berikut ini :
Konflik peran : ketidaksesuaian peran antar yang dijalankan dengan yang diinginkan
Peran yang tidak jelas: kurangnya pengetahuan individu tentang peran yang dilakukannya
Peran berlebihan : kurang sumber yang adekuat untuk menampilkan seperangkat peran yang kompleks
Perkembangan transisi, yaitu perubahan norma yang berkaitan dengan nilai untuk menyesuaikan diri Situasi transisi peran, adalah bertambah atau berkurangnya orang penting dalam kehidupan individu melalui kelahiran atau kematian orang yang berarti
Transisi peran sehat – sakit, yaitu peran yang diakibatkan oleh keadaan sehat atau keadaan sakit. Transisi ini dapat disebabkan :
Kehilangan bagian tubuh
Perubahan ukuran dan bentuk, penampilan atau fungsi tubuh
Perubahan fisik yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan
Prosedur pengobatan dan perawatan
1.Pada masa
kecil, ia sering disalahkan dan jarang diberi pujian atas keberhasilannya.
2.Ketika ia
remaja, keberadaannya kurang dihargai, tidak diberi kesempatan, dan tidak
diterima.
3.ketika ia
di fase dewasa awal, efeknya adalah individu tersebut sering merasa gagal
di sekolah, pekerjaan, atau pergaulan.
Kesimpulannya,
harga diri rendah biasanya muncul ketika seseorang berada pada lingkungan yang
cenderung mengucilkannya dan menuntut individu tersebut melakukan atau menjadi
sesuatu yang lebih dari kemampuannya.
Faktor predisposisi
Faktor predisposisi terjadinya harga
diri rendah adalah penolakan orang tua yang tidak realistis,kegagalan berulang
kali,kurang mempunyai tanggung jawab personal,ketergantungan pada orang
lain,ideal diri yang tidak realistis.
Faktor presipitasi
Faktor presipitasi terjadinya harag
diri rendah adalah kehilangan bagian tubuh,perubahan penampilan/bentuk
tubuh,kegagalan atau produktivitas yang menurun.
Tanda – tanda Harga diri rendah
Mengejek dan mengkritik diri.
Merasa bersalah dan khawatir,menghukum atau menolak diri sendiri.
Mengalami gejala fisik,missal:tekanan darah tinggi,gangguan penggunaan zat.
Menunda keputusanTanda – tanda Harga diri rendah
Mengejek dan mengkritik diri.
Merasa bersalah dan khawatir,menghukum atau menolak diri sendiri.
Mengalami gejala fisik,missal:tekanan darah tinggi,gangguan penggunaan zat.
Sulit bergaul
Menghindarai kesenangan yang dapat memberi rasa puas.
Menarik diri dari realitas,cemas,panik,cemburu,curiga,halusinasi.
Merusak diri:harga diri rendah menyokong klien untuk mengakhiri hidup.
Merusak/melukai orang lain
Perasaan tidak mampu.
Pandangan hidup yang pesimistis.
Tidak menerima pujian.
Penurunan produktivitas.
Penolakan terhadap kemampuan diri.
Kurang memperhatikan perawatan diri.
Berpakaian tidak rapi.
Berkurang selera makan
Tidak berani menatap lawan bicara.
Lebih banyak merunduk.
Bicara lambat dengan nada suara lemah.
GANGGUAN ISOLASI DIRI
KEPERAWATAN GANGGUAN KONSEP DIRI
PROSES KEPERAWATAN
A.Faktor predisposisi
Faktor yang mempengaruhi harga diri, termasuk penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak realistik
Faktor yang mempengaruhi penampilan peran, yaitu peran yang sesuai dengan jenis kelamin, peran dalam pekerjaan dan peran yang sesuai dengan kebudayaa
Faktor yang mempengaruhi identitas diri, yaitu orang tua yang tidak percaya pada anak, tekanan teman sebaya dan kultur social yang berubah
B.Faktor Presipitasi
Faktor presipitasi dapat
disebabkan oleh faktor dari dalam atau faktor dari luar individu (
internal or eksternal sources ), yang dibagi 5 ( lima ) kategori : Ketegangan peran, adalah stress yang berhubungan dengan frustasi yang dialami individu dalam peran atau posisi yang diharapkan seperti konsep berikut ini :
Konflik peran : ketidaksesuaian peran antar yang dijalankan dengan yang diinginkan
Peran yang tidak jelas: kurangnya pengetahuan individu tentang peran yang d
Peran berlebihan : kurang sumber yang adekuat untuk menampilkan sepera
ilakukannya
ngkat peran yang kompleks
Perkembangan transisi, yaitu perubahan norma yang berkaitan dengan nilai untuk menyesuaikan diri
Situasi transisi peran, adalah bertambah atau berkurangnya orang penting dalam kehidupan individu melalui kelahiran atau kematian orang yang berarti
Transisi peran sehat – sakit, yaitu peran yang diakibatkan oleh keadaan sehat atau keadaan sakit. Transisi ini dapat disebabkan :
Kehilangan bagian tubuh
Perubahan ukuran dan bentuk, penampilan atau fungsi tubuh
Perubahan fisik yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan
Prosedur pengobatan dan perawat
Tujuan Umum
Klien dapat mengidentifikasi
kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Klian dapat menilai kemampuan yang dapat dilakukan
Klien dapat menetapkan ( merencanakan ) kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki
Klien dapat melakukan kegiatan sesuai dengan kondisi sakit dan kemampuan
Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada Tindakan Keperawatan
Bina hubungan saling percaya
Salam terapeutik
Perkenalkan diri
Jelaskan tujuan interaksi
Ciptakan lingkungan yang tenang
Buat kontrak yang jelas (apa yang akan dilakukan/dibicarakan, waktu)
Beri kesemapatan untuk mengungkapkan perasaannya tentang penyakit yang diderita
Sediakan waktu untuk mendengarkan klien
Katakan pada klien bahwa ia adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri
Setiap bertemu klien, hindarkan memberi penilaian negative. Utamakan memberi pujian yang realistik
Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit. Misalnya : penampilan klien dalam “self-care”, latihan fisik dan ambulasi secara aspek asuhan terkait dengan gangguan fisik yang dialami klien
Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan pengguanaannya setelah pulang sesuai dengan kondisi sakit klien.
Rencanakan bersama klien aktifitas yang dapat dilakukan setiap kemampuan : kegiatan mandiri, kegiatan dengan bantuan sebagian, kegiatan yang membutuhkan bantuan total
Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien
Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan ( sering klien takut melaksanakannya )
Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan
Beri pujian atas keberhasilan klien
Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah
Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien harga diri rendah
Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat
Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah
Hasil Yang Diharapkan :
Klien mengungkapkan perasaannya terhadap penyakit yang diderita
Klien menyebutkan aspek positif dan kemampuan dirinya ( fisik, intelektual, system pendukung )
Klien berperan serta dalam perawatan dirinya
Percaya diri klien dengan menetapkan keinginan atau tujuan yang realistis
semoga bermanfaat
dipost by : yota yudi p
email :yotayudiaja@gmail.com
blogger :www.perawatmedis.com
blogger :www.perawatmedis.com
0 komentar:
Posting Komentar