Diet bagi Penderita Hipertensi




Hipertensi-Alodokter
            Hipertensi adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah dan akan mengakibatkan tekanan darah di dalam tubuh seseorang menjadi naik secara drastis. Dibawah ini ada  beberapa gejala hiertensi atau darah tinggi : sering sakit kepala dan pusing, mengalami pendarahan di hidung ( mimisan ), pandangan mata sering kabur atau tidak jelas, susah berkonsentrasi dan susah tidur, sensitif dan mudah marah, sering kelelahan saat melakukan berbagai aktivitas, sering buang air kecil, sering berkeringat secara berlebihan, wajah kemerahan, nyeri perut bahkan bisa muntah. Gejala penyakit di atas sering dialami oleh sebagian orang dan menyebabkan seseorag manjadi tidak nyaman karena sakit yang ditimbulkan,penyakit yang sudah parah atau tidak terkontrol bisa menyebabkan orang terseut terkena stroke.
Risiko Mengidap Hipertens                                      
Penyebab hipertensi masih belum bisa dipastikan pada lebih dari 90% kasus, ketika usia bertambah, kemungkinan menderita tekanan darah tinggi akan semakin meningkat. Tidak diketahui dengan jelas, tapi risiko Anda akan meningkat jika Anda:
  • Berusia di atas 65 tahun
  • Makan banyak garam
  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki keluarga dengan tekanan darah tinggi
  • Kurang makan buah dan sayuran
  • Kurang berolahraga
  • Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein)
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras
            Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dengan gaya hidup yang lebih sehat. Selain itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosisnya pada tahap awal. Semakin awal diagnosis hipertensi diketahui, semakin besar pula kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke tingkat normal dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tanpa perlu mengonsumsi obat.
Mengukur tekanan darah
Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri (pembuluh darah besar) ketika dipompa ke seluruh tubuh oleh jantung menentukan ukuran tekanan darah. Tekanan yang terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung Anda. Hal ini yang akan membuat pengidap hipertensi mengalami serangan jantung, stroke atau penyakit ginjal.
Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan : Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah dan Tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung mengambil jeda sesaat I antara 2 detak jantung. Tekanan darah yang normal berada di bawah 130/80. Jika tekanan darah Anda adalah 145 per 95 atau 145/95mmHG, berarti tekanan sistolik Anda 145mmHg dan tekanan diastolik Anda 95mmHg. Anda diberi tahu memiliki tekanan darah tinggi (secara medis dikenal sebagai hipertensi) jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan tekanan darah Anda tetap mencapai 145/95mmHg atau lebih tinggi.
Diet bagi Penderita Penyakit Hipertensi atau Darah Tinggi
            Diet adalah salah satu cara bagi penderita hipertensi untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mempertahankan tekanan darah menuju normal. Menurunkan berat badan yang berlebih atau tingginya kadar lemak ( kolesterol ) dan asam urat dalam darah. Penderita hipertensi biasanya memiliki tekanan darah lebih 160/gram mmHG. Selain memerlukan obat-obatan,juga memerlukan terapi dietetic dan perubahan gaya hidup. Pola makan yang tidak sehat adalah penyebab utama seseorang terserang penyakit hipertensi/ darah tinggi. Banyak cara dilakukan utuk menurunkan kembali tekananan darag kembali ke batas normal. Misalnya, dengan melakukan pembatasan jumlah pemberian cairan atau air minum pada penderita.Namun cara tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah.
            Oleh sebab itu, penderita dapat melakukan diet rendah garam agar tekananan darah dapat mengalami penurunan. Makanan yang harus di konsumsi oleh penderita Hipertesi atau darah tinggi  yaitu dengan : mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan sebanyak 4 atau 5 per hari, serat sebanyak 7 atau 8 per hari, susu rendah lemak sebanyak 2 atau 3 per hari dan mengkonsumsi serelia. Adapun makanan yang harus dikurangi oleh penderita tanpa menghilagkan sama sekali, yaiyu : jenis makanan kaleng atau makanan yang telah melalui proses pembuatan menggunakan garam dengan kadar tinggi, makanan berlemak, minuman alkohol, jenis ikan yang banyak mengandung asam lemak. Untuk makanan yang harus dihindari dalam rangka mengurangi tekanan darah tinggi ,ialah :  makanan yang memiliki kandungan garam tinggi, alkohil dan rokok.
Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Mengurangi konsumsi garam dan kafein
  • Berhenti merokok
  • Berolahraga secara teratur
  • Menurunkan berat badan, jika diperlukan
  • Mengurangi konsumsi minuman keras
Tidak pernah terlalu awal untuk mulai mencegah hipertensi sebab pencegahan akan selalu lebih mudah dan murah dibandingkan pengobatan. Jika didiamkan terlalu lama, hipertensi bisa memicu terjadinya komplikasi penyakit lainnya.

Share on Google Plus

About Metta Mei Nuriltristiani

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar