Gejala dan Pengobatan Pneumonia

Penyakit pneumonia di negara maju disebabkan oleh virus yang membahayakan. Tapi kondisinya berbeda dengan negara berkembang, seperti Indonesia dimana penyebabnya adalah paparan bakteri.
Seperti diketahui, pada tahun 2015 sebanyak 944.000 balita meninggal dunia karena murni terserang pneumonia. 99 persen penyakit itu mengintai penduduk yang tinggal di negara berkembang.
Dokter Spesialis Anak dr Nastiti Kaswandani SpA mengatakan, secara pemeriksaan klinis, virus dan bakteri sulit diketahui. Lalu kenapa negara berkembang masalah pneumonia agak sulit diberantas?
"Kalau dilihat dari penyebabnya, bakteri penyebab pneumonia yaitu pneumokokus. Sayangnya vaksin untuk mematikan bakteri itu belum mampu disedikan oleh pemerintah secara menyeluruh," ujar dr Nastiti saat temu media di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Vaksin untuk pneumokokus, tambah dr Nastiti, masyarakat harus membelinya secara pribadi. Karenanya tidak disediakan cuma-cuma di posyandu maupun puskesmas.
"Harganya sangat mahal dan pemberian vaksin itu harus diulangi setiap tahun," imbuhnya.
Sejauh ini, menurut dr Nastiti, vaksin tersebut sangat efektif mematikan bakteri penyebab penyakit radang paru akut. Juga merupakan salah satu pencegahan paling ampuh.

Gejala Pneumonia
Tanda-tanda dan gejala pneumonia bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang berat, tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kuman penyebab, usia penderita dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Tanda-tanda dan gejala pneumonia yang ringan sering kali mirip dengan flu atau common cold (sakit demam, batuk-pilek), namun tak kunjung sembuh atau bertahan lama.

Ciri-ciri dan gejala pneumonia antara lain:
•    Demam, berkeringat dan menggigil
•    Suhu tubuh lebih rendah dari normal pada orang di atas usia 65 tahun, dan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
•    Batuk berdahak tebal dan kentel (lengket)
•    Nyeri dada saat bernapas dalam atau ketika batuk
•    Sesak napas (nafas cepat)
•    Kelelahan dan nyeri otot
•    Mual, muntah atau diare
•    Sakit kepala

Penyebab pneumonia
Ada banyak kemungkinan penyebab pneumonia, yang paling sering adalah karena infeksi bakteri dan virus dari udara yang kita hirup. Klasifikasi Pneumonia didasarkan pada jenis kuman penyebabnya itu, dan di mana seseorang mendapatkannya.

Berikut penyebab pneumonia beserta klasifikasinya:
Community-acquired pneumonia
Pneumonia komunitas ini adalah jenis pneumonia yang terbanyak. Terjadi di tengah-tengah masyarakat artinya di luar rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, jenis pneumonia ini disebabkan oleh:
•    Virus, termasuk beberapa jenis virus yang juga menyebabkan pilek dan flu. Virus adalah penyebab pneumonia anak anak yang paling sering terjadi yakni di bawah usia 2 tahun. Viral pneumonia biasanya ringan. Akan tetapi radang paru-paru yang disebabkan oleh virus influenza tertentu dapat menyebabkan sindrom pernafasan akut (SARS), bisa menjadi sangat serius.
•    Bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae dapat terjadi dengan sendirinya (secara langsung) atau setelah mengalami flu atau batuk pilek sebagai komplikasinya. Bakteri lain, seperti Mycoplasma pneumoniae, biasanya menimbulkan gejala pneumonia yang lebih ringan dibanding jenis lainnya.
•    Jamur, biasanya dapat ditemukan di tanah dan kotoran burung. Ini merupakan Jenis pneumonia yang paling sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti HIV-AIDS dan pada orang yang telah menghirup organisme penyebab dalam jumlah yaang besar.

Hospital-acquired pneumonia
Pneumonia yang didapat di rumah sakit adalah infeksi bakteri yang terjadi pada orang yang selama 48 jam atau lebih dirawat di rumah sakit karena penyakit lainnya. Pneumonia ini bisa lebih serius karena biasanya bakteri penyebab lebih resisten (kebal) terhadap antibiotik.

Health care-acquired pneumonia
Perawatan kesehatan pneumonia adalah infeksi bakteri yang terjadi pada orang-orang yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang atau telah dirawat di klinik rawat jalan, termasuk pusat-pusat dialisis ginjal. Seperti didapat di rumah sakit pneumonia.
Pneumonia aspirasi
Pneumonia aspirasi terjadi ketika seseorang menghirup makanan, minuman, muntahan atau air liur masuk ke dalam paru-paru.

Pengobatan pneumonia
Pengobatan utama pneumonia tergantung pada jenis pneumonianya (penyebab) dan tingkat keparahannya, sehingga ada yang hanya perlu rawat jalan, namun beberapa perlu perawatan inap di rumah sakit atau klinik.

Mengobati Pneumonia yang disebabkan infeksi bakteri
Antibiotik digunakan untuk mengobati jenis pneumonia ini. Antibiotik harus diberikan dengan pangarahan. Jika antibiotik berhenti sebelum pengobatan selesai, pneumonia dapat kambuh kembali. Kebanyakan pasien akan membaik setelah 1-3 hari pengobatan.
Mengobati Pneumonia yang disebabkan infeksi virus
Antibiotik tidak berguna jika virus adalah penyebab pneumonia. Namun, obat antivirus dapat membantu mengatasi kondisi tersebut. Gejala biasanya membaik dalam waktu satu sampai tiga minggu.



Posted By   : Hilda Ayu Cahyaning Pramesti
Email           : hildaayucp70@gmail.com
Alamat blog : sustercerdas.blogspot.com
Share on Google Plus

About hilda

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar