Operasi Bariatrik dalam Penyakit Diabetes


Operasi diabetes bisa dilakukan juga dengan cara operasi Bariatrik yaitu tindakan bedah di daerah bagian lambung dan saluran pencernaan untuk dapat mengurangi volume makanan yang bisa dikonsumsi dan juga yang diserap oleh tubuh seseorang. Cara ini sangat efektif untuk melawan obesitas, dan perut juga akan lebih ramping, operasi ini berbeda dengan operasi sedot lemak.
ORANG yang memiliki berat badan berlebih sering mempunyai masalah dengan penyakit diabetes. Namun, kini mereka bisa mengatasinya dengan operasi penurunan berat badan.

Menurut sebuah studi baru, operasi penurunan berat badan dapat bermanfaat bagi pasien kelebihan berat badan dengan diabetes tipe 2 hingga sembilan tahun setelah prosedur. Para peneliti melaporkan, jangka panjang dari tindak lanjut operasi menunjukkan pasien terus memiliki perbaikan dalam diabetes mereka, serta pengurangan faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular.
Dalam penelitian, Brethauer menunjukkan 80% pasien diabetes masih mengontrol glukosa darah mereka lima tahun setelah menjalani Operasi Diabetes. Selain itu, pasien diabetes tipe-2 obesitas yang menjalani operasi penurunan berat badan diamati sekira lima tahun.
Tiga jenis operasi penurunan berat badan yang digunakan, di antaranya gastric bypass surgery yang mengubah ukuran dan bentuk lambung, pita lambung yang kurang invasif dan reversible, dan gastrektomi lengan yang meliputi pengangkatan dari sebagian besar perut.
Setelah enam tahun diamati, hasilnya menunjukkan 50% pasien diabetes mengalami penurunan berat badan. Secara khusus, sebanyak 24% pasien mengalami penurunan berat badan sekaligus kadar gula darah mereka dan 6% tanpa obat diabetes. Sedangkan, sebanyak 26 % lainnya mengalami pengurangan parsial, dan 34 persen dari pasien lainnya telah meningkatkan kontrol diabetes untuk jangka panjang.
Statistik menunjukkan bahwa 47% penderita diabetes mengalami komplikasi setelah operasi LASIK, hal ini dibandingkan dengan hanya 7% orang tanpa diabetes yang mengalami komplikasi setelah menjalani operasi LASIK. Statistik ini memperingatkan perlunya tindakan ekstra hati-hati jika melakukan operasi LASIK pada penderita diabetes.
LASIK merupakan kependekan dari Laser-Assisted In Situ Keratomileusis, sebuah prosedur pembedahan untuk membentuk ulang kornea mata dengan menggunakan sinar laser, bertujuan untuk menormalkan penglihatan.

Berikut adalah masalah-masalah yang timbul jika seorang penderita diabetes menjalani operasi LASIK:

1. Penglihatan yang berubah yang dikarenakan berubah-ubahnya kadar gula darah. Hal ini sudah lama diketahui bahwa perubahan besar tingkat gula darah menyebabkan perubahan sementara pada penglihatan. Ini menyebabkan penderita diabetes terkadang mengalami kabur pada mata jika gula darahnya tidak terkontrol. Hal ini bisa diatasi dengan cara membeli kacamata baru untuk sementara waktu. Namun masalahnya akan menjadi sulit jika telah melakukan operasi permanen seperti LASIK.

2. Lambannya penyembuhan pada kornea mata setelah menjalani operasi LASIK. Ketidaknormalan pada kornea mata sangat umum terjadi pada penderita diabetes, dan hal itu menjadikan lambannya penyembuhan epitheal, atau bahkan kesembuhan yang tidak sempurna pada kornea mata. Perubahan neurotropik mungkin akan berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama.

3. Retinopathy (kerusakan retina) yang semakin memburuk. LASIK dapat mengakibatkan retinopathy lanjutan kepada penderita diabetes yang juga menderita retinopathy diabetes (kerusakan retina yang disebabkan oleh diabetes) . Sebuah prosedur dalam operasi LASIK adalah prosedur penghisapan pada mata. Prosedur ini menyebabkan meningkatnya tekanan pada mata. Prosedur ini berpotensial melukai penderita diabetes.
   Atas alasan-alasan tersebut di atas, penderita diabetes sangat tidak dianjurkan untuk melakukan operasi LASIK.

Penyebab Diabetes lainya biasanya dikarenakan:
– Kurangnya insulin karena virus atau faktor gizi pada saat anak-anak tidak memadai.
– Pengaruh genetik atau keturunan
– Terjadinya obesitas
– Tingginya kadar kortikosteroid
– Adanya kehamilan yang membuat kurangnya kadar insulin dalam darah
– Tubuh racun yang mempengaruhi kinerja insulin

 Gejala Penyakit Diabetes 
-Kelebihan gula darah di atas 160-180 mg / dl, membuat urin dicampur dengan gula.
-Ketika gula darah berada dalam tekanan yang lebih tinggi akan terjadi poliuri
-Terjadinya polidipsia atau haus berlebihan
-Terjadinya penurunan berat badan
-Penglihatan kabur, mual dan pusing,
-Kurangnya daya tahan tubuh karena terlalu banyak berolahraga yang dilakukan secara tidak teratur

Kerusakan sel-sel pankreas dapat juga disebabkan oleh serangan radikal bebas ketika kuanitasnya di dalam tubuh berlebihan. Klasifikasi penderita diabetes mulai dari tipe 1 dengan kondisi ketergantungan insulin injeksi, tipe 2 yang tidak tergangung pada insulin.
Selain itu, kategori yang lainnya juga didasarkan pada sindrom tertentu seperti penyakit pankreas, dan ada juga karena terganggunya toleransi glukosa.
Bagi mereka yang berpotensi atau telah mengalami gejala bahkan penderita dapat membatasi mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat seperti kue-kue atau makanan ringan dan juga manisan. Sebaliknya buah dan juga sayuran sangat diianjurkan (tidak untuk buah yang berkalori tinggi).
Dianjurkan diet yang seimbang dengan kaya vitamin terutama adalah vitamin A non-karotin, begitu juga dengan protein, vitamin B1,B2, B12, asam pantotenat, serta mengonsumsi makanan yang mengandung sedikit kalori namun sering dapat membantu merangsang pembentukan insulin.
Mineral yang dibutuhkan adalah seng, krom dan juga mangan. Selain upaya pengaturan makanan diet dengan penggunaan obat atau insulin, olahraga untuk membakar gula, penggunaan senyawa alami lainnya untuk memperbaiki kondisi pankreas.




Posted By: Amelia Aziziyah
Email: ameliaaziziyah96@yahoo.com
Blog: http://perawateksis4.blogspot.co.id/

Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar