Hubungan antara infeksi virus dengan gejala penyakit yang
ditimbulkannya sering kali kurang jelas. Beberapa virus menghancurkan
sel inang dengan menghasilkan enzim hidrolitik. Ada yang meyebabkan sel
inang memproduksi toksin (racun) berupa selubung protein.
Terkadang timbul gejala-gejala sementara yang mengiringi terjadinya
infeksi virus dapat dilakukan dengan cara pemberian vaksin, sedangkan
pengobatannya dengan cara pemberian interferon dan kemoterapi antivirus.
Vaksin Virus
Vaksin virus merupakan formula yang terbuat dari
bagian tubuh virus, virus mati, atau virus hidup yang diinjeksikan ke
dalam tubuh manusia guna memperoleh suatu sistem imun (kekebalan) secara
alamiah. Pada tahun 1789, Vaksin cacar disuntikan ke jaringan bawah kulit (subkutan). Vaksin virus
dibedakan menjadi dua macam, yaitu vaksin virus mati dan vaksin virus
hidup yang dilemahkan.
Vaksin Virus Mati
Vaksin virus mati dibuat dengan cara memurnikan sediaan virus melalui
tahap-tahap tertentu dan merusak sedikit protein virus sehigga virus
tidak aktif. Formalin dengan kadar rendah adalah biasanya digunakan
untuk merusak protein virus. Vaksin virus mati dapat merangsang
pembentukan antibodi tubuh terhadap protein selubung virus sehingga meningkatkan daya resistensi tubuh.
Penggunaan vaksin virus hidup memiliki kelebihan dan kelamahan.
Kelebihan penggunaan vaksin hidup antara lain tubuh memperoleh imunitas
seperti imunitas yang terjadi alamiah, karena virus akan bereproduksi
terus sehingga memicu terbentuknya antibodi tubuh. Sementara kelemahan
penggunaan vaksin hidup antara lain sebagai berikut.
- Terjadi virulensi balik yang lebih besar selama perkembangbiakan virus di dalam vaksin. Walaupun hal ini tidak terbukti sebagai masalah, tetapi potensi tetap ada.
- Penyimpanan dan keterbatasan hidup vaksin sebelum masa kadaluarsa. Akan tetapi, masalah ini dengan stabilisator virus, misalnya penambahan MgCl2 untuk vaksin polio.
- Terjadinya pencemaran virus lain di dalam vaksin
- Adanya gangguan replikasi virus vaksin akibat adanya infeksi virus
luar yang terjadi secara bersamaan, sehingga menyebabkan berkurangnya
efektivitas vaksin.
Interferon
Interferon adalah protein yang dihasilkan oleh hewa
atau sel biakan sebagai respons terhadap infeksi virus atau peginduksi
lain dan berfungsi menghambat reflikasi virus dalam satu sel. Interferon
mampu mengatur imunitas humoral dan seluler, serta pertumbuhan sel
sehingga dapat digunakan untuk pertahanan pertama terhadap infeksi
virus. Interferon juga merupakan suatu kelompok hormon sitokin yang
berperan dalam pengaturan pertumbuhan dan disferensi sel.
Kemoterapi Antivirus
Saat ini, telah ditemukan beberapa senyawa ativirus
yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit yang disebabkan oleh
virus. Namun, penggunaanya hanya dalam keadaan tertentu karena dapat
bersifat toksik (racun) bagi sel tubuh. Senyawa antivirus yang ideal
bagi sel tubuh masih terus dikembangkan. Senyawa antivirus yang biasanya
digunakan merupakan analog ukleosida, antara lain zidovudin,
zalzibatin, aksiklovir, gansiklovir, vidarabin, idoksuridin,
trifluridin, bromovinideoksiuridin, sitabarin, dan ribaririn. Senyawa
lain yang juga terbukti mempunyai aktivitas antivirus, antara lain
amantadin, asam fosfonoasetat, enviroksin, metisazon, dan arildon
Nama : Lailatun Naafiah
Email : Lailatunnafiah04@gmail.com

0 komentar:
Posting Komentar