1.
Memberi tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik.
Membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai dengan
keinginannya.
a. Menunggu hingga ibu mempunyai
keinginan untuk meneran. Melanjutkan pemantauan kesehatan dan kenyamanan
ibu serta janin sesuaidengan pedoman persalinan aktif dan mendokumentasikan temuan-temuan.
b. Menjelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat pada ibu saat mulai meneran.
2. Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran. (pada saatada his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastika ia merasa nyaman).
3. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran :
a. Membimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan untuk meneran.
b. Mendukung dan memberi semangat atas usaha ibu untuk meneran.
c. Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan pilihannya (tidak meminta ibu berbaring terlentang)
d. Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi.
e. Menganjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu.
f. Menganjurkan asupan cairan per oral.
g. Menilai DJJ setiap lima menit.
h. Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera dalam waktu 120 menit (2 jam) meneran untuk ibu primipara atau 60 menit (1 jam) untuk ibu multipara, merujuk segera. jika ibu tidak mempunyai untuk meneran.
i. Menganjurkan ibu untuk berjalan,
berjongkok, atau mengambil posisi yang aman. Jika ibu belum ingin
meneran dalam waktu 60 menit, anjurkan ibu untuk mulai meneran. Pada
puncak kontraksi-kontraksi tersebut dan beristirahat di antara
kontraksi.
j. Jika bayi belum lahir atau kelahiran bayi belum akan terjadi segera setelah 60 menit meneran, merujuk ibu dengan segera.
Nama : Nabella Dwi Arimbi
Email : Arimbinabella@gmail.com
Blog : Perawatbedah12.blogspot.co.id
Nama : Nabella Dwi Arimbi
Email : Arimbinabella@gmail.com
Blog : Perawatbedah12.blogspot.co.id
0 komentar:
Posting Komentar