KEGEMUKAN MEMICU KEMANDULAN

Kegemukan dengan timbunan lemak yang berjibun mengakibatkan perubahan hormonal yang mengganggu sistem reproduksi. Timbunan lemak tersebut memicu pembuatan hormon terutama estrogen. Pada usia reproduksi calon hormon estrogen ini berasal dari ovarium.
Selain sebagai penghasil gamet atau ova, ovarium juga berperan sebagai organ endokrin karena menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Namun pada wanita obese, estrogen tidak hanya berasal dari ovarium tapi juga dari lemak yang berada di bawah kulit.
Hal inilah yang menyebabkan keluarnya Luitenizing Hormone (LH)  sebelum waktunya LH yang terlalu cepat keluar menyebabkan telur tidak bisa pecah dan progesteron tidak terangsang, sehingga pada suatu waktu siklusnya menjadi berantakan kejadian ini bisa dilihat dari siklus haid yang tidak teratur, jumlah haid yang keluar cukup banyak, dan masa haid yang lebih lama.

Luitenizing Hormone yang keluar terlalu cepat akan merangsang keluarnya hormon progesteron dan androgen. Pada siklus normal, hal ini tidak terlalu masalah karena hormon androgen akan dirubah menjadi estradiol. Tetapi pada perempuan obesitas, androgen yang keluar itu yang tidak berikat. Itulah yang akan membuat sel telur tidak berkembang. Akibatnya ovulasi tidak terjadi. Pun kehamilan, juga tidak bisa terjadi. Tingginya hormon androgen pada perempuan bisa dikenali dengan berkembangnya seks sekunder yaitu timbulnya kumis, tumbuhnya bulu yang banyak, dan timbulnya banyak jerawat. Metabolisme karbohidrat yang terjadi juga akan diubah menjadi lemak, sehingga orang akan semakin gemuk.






Posted By  : Anjar Widiyono
Email         : anjarwidiyono1998@gmail.com
Blog           : anjarwidiyono@blogspot.com
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar