Pentingnnya protein untuk pertumbuhan Anak

Anda mungkin sudah mendengar bahwa bahwa protein  adalah nutrisi penting bagi pertumbuhan anak karena protein sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.Tahukah anda betapa besar peran protein dalam membantu perkembangan dan pertumbuhan anak ? Protein bisa dibilang sebagai nutrisi serbaguna bagi anak,yaitu membantu kontraksi otot,membatu proses penggumpulan darah,membantu proses penglihatan mata,menjaga anak tetap aktif dengan memfasilitasi berbagai reaksi kimia,membantu melawan infeksi dan yang pasti tidak kalah penting adalah pembentukan struktur tulang, gigi, dan rambut.Maka tidak heran jika nutrisi yang satu ini mendapat julukan protein yang diambil dari kata bahasa Yunani "protos"yang berarti "sangat penting" protein terdiri dari rangkaian-rangkaian panjang asam amino, blok blok bangunan protein.Tubuh manusia diperkirakan mempunyai 100.000 jenis protein berbeda. 

Peran Protein Bagi Anak-anak
Pertumbuhan dan perbaikan (penyembuhan) atau penggantian jaringan tubuh anak merupakan tugas protein. Protein memiliki banyak peran penting dalam tubuh anak untuk mendukung kesehatannya dan melawan penyakit. Selain berfungsi sebagai pembentuk bangunan otot, darah, dan kulit, protein juga dibutuhkan untuk:
1.      Mengganti sel dan jaringan yang mati atau rusak
2.   Mengatur proses-proses di dalam tubuh (beberapa jenis hormon – hanya beberapa saja – adalah protein)
3.      Menjaga volume dan komposisi cairan-cairan tubuh
4.      Mengangkut zat-zat seperti lipida (lemak), mineral, oksigen, dan vitamin ke seluruh tubuh
5.      Mempertahankan tubuh dalam melawan kanker melalui antibodi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Jika anak mengalami kekurangan protein, energi, atau keduanya, maka kondisi ini disebut sebagai Kekurangan Energi Protein (KEP) atau Protein-Energy Malnutrition (PEM). Salah satu hasil yang nampak dari kekurangan protein adalah pembuangan jaringan otot dan penurunan berat badan (kadang sampai drastis).
Sebaliknya, karena melimpahnya makanan berprotein di beberapa negara atau wilayah, muncullah masalah konsumsi protein berlebihan. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan (diet) yang terlampau kaya protein tidak memiliki manfaat dan dapat menjadi salah satu pemicu beberapa penyakit seperti jantung, osteoporosis, obesitas dan batu ginjal.
Sebagai contoh, protein berlebih akan dikonversi menjadi lemak tubuh. Protein berlebih juga akan memperberat kinerja ginjal. Asupan protein yang terlalu banyak juga menyebabkan kolesterol tubuh meningkat sebab mayoritas makanan berprotein tinggi juga mengandung banyak asam jenuh.

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan untuk Anak ?
Berdasarkan Asupan Nutrisi yang Direkomendasikan (Recommended Nutrient Intake [NRI]) untuk Malaysia, asupan protein yang direkomendasikan untuk anak usia 1 – 6 tahun adalah 17 gram hingga 23 gram per hari. Untuk anak usia 7 – 12 tahun, asupan protein yang dianjurkan adalah antara 32 gram hingga 46 gram per hari.
Berikut adalah contoh praktis bagaimana menyediakan makanan dengan jumlah protein yang direkomendasikan untuk anak usia 1 – 6 tahun:
1.      Untuk sarapan, hidangkan satu butir telur orak-orik di atas roti panggang.
2.      Untuk makan siang, hidangkan setengah potong ikan mackerel Spanyol dengan campuran sayuran.
3.      Untuk makan ringan, hidangkan secangkir susu dan crackers/keripik atau biskuit.
4.      Untuk makan malam, hidangkan setengah paha ayam dengan mie rebus dan campuran sayuran.
Anda bisa memadupadankan atau mengganti sajian di atas dengan dengan makanan sumber protein lainnya seperti tofu, yogurt, keju, daging, susu kedelai, buncis, dan lain-lain.
Anak usia 7 tahun ke atas bisa mendapatkan sajian dua kali lipat dari contoh takaran di atas. Misalnya dia bisa memakan satu ikan mackerel atau paha ayam utuh. Anda juga bisa menyajikan secangkir susu di pagi hari dan secangkir lainnya di malam hari.

Keseimbangan juga Penting Untuk Pertumbuhan Anak
Meskipun protein sangat penting bagi anak anda, perlu diingat bahwa keseimbangan nutrisi-nutrisi penting (karbohidrat, vitamin, lemak, protein, dan mineral) harus dipertimbangkan. Hal ini juga berlaku untuk orang dewasa.Untuk membangun kekuatan, sel-sel otot anak memerlukan aktivitas fisik dan nutrisi lainnya. Terlalu banyak atau terlalu sedikit asupan nutrisi-nutrisi penting tentu bukan hal baik. Terapkan keseimbangan, pengendalian, dan variasi hidangan makanan untuk memastikan pertumbuhan, perkembangan, dan kemampuan melawan penyakit anak dapat berlangsung dengan baik hingga dia dewasa. 








Posted by 
Nama       :Endang Listiyowati
E_mail     :endanglistiyowati26@gmail.com
Blogger    :Tiia-kity.blogspot.com










Share on Google Plus

About Endang Listiyowati

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar