Penyakit otot pada geriatri (lansia) mencakup berbagai kondisi. Bentuk yang paling sering adalah Sarcopenia. Sarcopenia merupakan penyakit yang menyerang otot yang mengakibatkan berkurangnya massa otot sehingga mengganggu fungsi kerja otot serta aktivitas sehari - hari. menurunan massa dan kekuatan otot rangka menurun secara linear, hingga mencapai 50% pada usia 80 tahun dalam kehidupan manusia. Orang yang tidak aktif secara fisik dapat kehilangan massa otot sebanyak 3- 5% setiap 10 tahun setelah usia 30 tahun begitu juga untuk orang yang aktif beraktivitas akan mengalami sarcopenia meskipun tidak secepat orang yang sering banyak diam.Penyebab Sarcopenia
- Usia,merupakan penyebab utama sarcopenia
- Penurunan jumlah sel saraf yang bertanggung jawab mengirimkan sinyal dari otak ke otot untuk memulai gerakan
- Konsentrasi beberapa hormon yang rendah, seperti hormon pertumbuhan, testosteron dan insulin-like growth factor
- Tidak mendapatkan cukup kalori setiap hari untuk mempertahankan massa otot
Cara Mendiagnosis Sarcopenia
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik biasa dilakukan oleh dokter dengan cara memeriksa bagian otot yang mengalami penurunan kemampuan karena pola kelemahan dapat menunjukkan penyebab terjadinya sarcopenia. pemeriksaan gerak reflek serta merasakan rasa sakit misalnya dengan tusukan atau dengan stimulus lainnya.
Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan oleh dokter dapat dilakukan dengan memeriksa kemampuan gerak otot, daya tahan berdiri, berjalan, memakai pakian, dan melakukan suatu yang menggunakan anggota gerak. pemeriksaan darah dapat menujukkan apakah terjadi peradangan, penyakit genetik, atau kadar hormon atau vitamin D yang rendah. Pemeriksaan rontgen yang disebut dengan DEXA, atau MRI, CT scan atau ultrasound. Serta pemeriksaan aktivitas kelistrikan otot maupun biopsi otot juga bisa dilakukan.
Posted by : Mitha Amelia Putri
email : mithaamelia66@gmail.com
blog : mithamelia.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar