ISK

Infeksi Saluran Kemih


Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi akibat adanya mikroorganisme dalam urin. Infeksi saluran kemih banyak diderita orang di Indonesia. Infeksi ini dapat  mengenai laki-laki maupun perempuan dari semua umur pada anak, remaja, dewasa ataupun umur lanjut. Akan tetapi dari kedua  jenis kelamin, ternyata  perempuan lebih sering dibandingkan laki-laki dengan angka populasi umum 5-15%. 
Orang sering menyebut infeksi saluran kemih dengan istilah anyang-anyangan. Anyang-anyangan dikenal dengan gejala nyeri saat buang air kecil atau buang air kecil sedikit-sedikit. Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang mengenai sistem saluran kemih, seperti ginjal, kandung kemih, serta uretra. 
Secara umum infeksi saluran kemih dibagi menjadi dua, yaitu infeksi saluran kemih bagian atas dan infeksi saluran kemih bagian bawah.Infeksi saluran kemih bagian atas, pada umumnya  menyerang dan menimbulkan infeksi padaorgan  ginjal. Infeksi saluran kemih bagian bawah, pada umumnya menyerang pada bagian kandung kemih dan uretra. Penyebab paling sering  terjadinya infeksi saluran kemih adalah bakteri, tetapi virus dan jamur juga dapat menjadi penyebab terjadinya infeksi pada saluran kemih. Dengan gejala yang sering ditimbulkan seperti rasa nyeri pada saat buang air kecil dan frekuensi buang air kecil yang menjadi lebih sering. Infeksi saluran kemih dapat menular, misalnya melalui hubungan seks dan penggunaan toilet yang tidak bersih.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih
Sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam saluran cerna. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya pada saat kertas toilet yang dia gunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelaminnya, maka bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Dalam kasus seperti ini wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat dan pintu uretra yang dekat dengan kandung kemih. ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu (misal, pada sumbatan saluran kemih akibat batu ginjal).


Cara mencegah infeksi saluran kemih 

Dibanding pria, wanita lebih berisiko terkena infeksi saluran kemih, terutama infeksi saluran kemih bagian bawah. Jagalah kelembapan dan kebersihan bagian intim.
Bersihkan dengan air bersih dan keringkan bagian terkait setelah melakukan buang air kecil atau besar agar tidak memicu terjadinya infeksi saluran kemih.
Jangan menahan apabila ingin buang air kecil. Buang air kecil apabila memang ingin dan perlu. Menahan buang air kecil juga dapat memicu terjadi infeksi saluran kemih.
Memperbanyak minum air setiap hariagar kencing menjadi lancar
Buanglah air kecil setelah melakukan hubungan seksual, untuk membantu membersihkan bakteri.

Berikut merupakan obat yang tepat untuk ISK :

Sulfonamide
Sulfonamide dapat menghambat baik bakteri gram positif dan gram negatif.Secara struktur analog dengan asam p‐amino benzoat (PABA).Biasanya diberikan per oral, dapat dikombinasi dengan Trimethoprim, metabolisme terjadi di hati dan di ekskresi di ginjal. Sulfonamide digunakan untuk pengobatan infeksi saluran kemih dan bisa terjadi resisten karena hasil mutasi yang menyebabkan produksi PABA berlebihan.
Efek samping yang ditimbulkan hipersensitivitas (demam,rash,fotosensitivitas), gangguan pencernaan (nausea,vomiting,diare),Hematotoxicity(granulositopenia, (thrombositopenia, aplastik anemia) dan lain‐lain.

Trimethoprim
Mencegah sintesis THFA, dan pada tahap selanjutnya dengan menghambat enzim dihydrofolate reductase yang mencegah pembentukan tetrahydro dalam bentuk aktif dari folic acid. Diberikan per oral atau intravena, di diabsorpsi dengan baik dari usus dan ekskresi dalam urine, aktif melawan bakteri gram negatif kecuali Pseudomonas spp. Biasanya untuk pengobatan utama infeksi saluran kemih. Trimethoprim dapat diberikan tunggal (100 mg setiap 12 jam) pada infeksi saluran kemih akut
Efek samping : megaloblastik anemia, leukopenia, granulocytopenia.

Share on Google Plus

About widhawantika

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar