Mengenal Penyakit Flu Tulang


Penyakit flu tulang adalah salah satu penyakit yang harus diwaspadai, karena penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan pada tubuh. Agar dapat menghindari penyakit flu tulang ini diharapkan masyarakat dapat mengenal lebih dahulu tentang ciri-ciri penyakit flu tulang.
Dalam istilah medis, flu tulang mirip dengan arthritis, radang sendi, atau rematik. Sedangkan masyarakat umum menyebut flu tulang sebagai chikungunya. Penyakit chikungunya disebut flu tulang karena mempunyai gejala yang hampir sama dengan gejala flu pada umumnya namun ditambah dengan rasa nyeri pada sendi-sendi tubuh.
Namun kenapa bisa disebut Flu tulang, mungkin karena penyakit chikungunya ini memiliki gejala mirip dengan flu pada umumnya yaitu demam, nyeri otot, sakit kepala, nyeri sendi dan tulang, walaupun tidak selalu disertai pilek atau hidung ingusan. Melihat gejala yang dominan adalah nyeri tulang dan sendi maka keluarlah istilah “Flu Tulang” ada juga yang menyebutnya “Demam Tulang”.

Gejala
Demam
Gejala ini mirip dengan gejala dari penyakit demam berdarah, yaitu demam tinggi yang datang mendadak atau tiba-tiba. Penderita yang mengalami demam umumnya hingga menggigil juga. Gejala ini mungkin memang sulit dikenali, karena bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun yang bisa membedakan demam biasa dengan demam sebagai gejala flu tulang adalah jika demam disertai dengan rasa nyeri atau rasa ngilu pada sendi Anda.

Nyeri atau Ngilu Sendi
Nah, gejala flu tulang yang berikut ini merupakan gejala lanjutan atau umumnya datang bersamaan dengan gejala demam. Penderita flu tulang akan merasakan rasa nyeri atau ngilu pada beberapa bagian sendi. Nyeri sendi ini kemudian akan membuat penderita lebih nyaman jika sendi dalam keadaan menekuk atau badan dalam posisi membungkuk. Posisi membungkuk inilah ternyata asal muasal dari nama penyakit flu tulang, karena Chikungunya memiliki arti menekuk atau membungkuk. Selain itu, dinamakan flu tulang karena gejala nyeri sendi ini biasanya merupakan gejala paling menyakitkan untuk penderitanya. Bahkan, jika tidak segera diobati, flu tulang ini dapat menyebabkan kelumpuhan. Jadi, jangan abaikan rasa sakit atau nyeri pada sendi, terutama jika datangnya tiba-tiba bersama demam. Nyeri sendi yang dialami bisa bertahan selama beberapa hari atau lebih, bahkan pada beberapa kasus, nyeri sendi yang dialami dapat bertahan selama beberapa minggu, berbulan-bulan, hingga menahun.

Nyeri Otot
Tidak hanya pada sendi, lama kelamaan saat penyakit ini semakin berkembang, Anda mungkin akan merasakan rasa nyeri pada otot. Hal ini mungkin saja akan ‘melumpuhkan’ Anda karena otot dan sendi didera rasa nyeri. Jangan remehkan lagi jika perkembangan penyakit ini sudah sampai pada gejala nyeri otot.

Mual, Muntah dan Sakit Kepala
Gejala flu tulang yang berikut ini memang sangat umum, lebih umum terjadi dari pada demam tinggi. Namun kedua hal ini merupakan gejala yang biasanya dialami penderita. Mual yang dialami biasanya akan membuat penderita sering muntah. Jadi, jika Anda sedang tidak mencoba hamil atau tidak sedang masuk angin, sebaiknya curigai juga rasa mual yang Anda derita.

 Bercak-bercak Merah
Maksudnya bukan bercak-bercak darah, namun bercak-bercak merah seperti ruam. Ruam pada kulit dapat muncul sebagai gejala flu tulang. Terutama jika Anda tidak alergi pada apa pun, atau merasa kulit Anda bukan termasuk tipe sensitif, curigailah ruam pada kulit yang tiba-tiba muncul. Ruam yang disertai dengan beberapa gejala flu tulang lainnya di atas kemungkinan besar menjadi tanda bahwa Anda sedang sakit flu tulang.

Penularan Chkungunya
Flu tulang disebabkan oleh virus yanh ditularkan dari manusia ke manusia oleh gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Nyamuk yang paling sering terlibat adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua spesies yang juga dapat menularkan virus demam berdarah. Perlu Anda tahu, nyamuk ini memiliki kebiasaan menggigit di siang hari, meskipun mungkin ada puncak aktivitas di pagi hari dan sore hari.
Setelah mendapat gigitan nyamuk yang terinfeksi, seseorang akan mulai sakit flu tulang antara empat dan delapan hari berikutnya, tetapi dapat berkisar antara dua sampai 12 hari.

Pengobatan
Tidak ada vaksin atau pengobatan antivirus spesifik yang tersedia saat ini untuk mengobati Flu Tulang. Pengobatan flu tulang bersifat simtomatik atau mengatasi gejala yang muncul saja, termasuk istirahat, pemenuhan kebutuhan cairan, dan obat-obatan untuk meredakan gejala demam dan sakit sendi seperti ibuprofen, naproxen, acetaminophen, atau parasetamol. Aspirin harus dihindari.
Orang yang terinfeksi harus dilindungi dari paparan nyamuk (contohnya dengan tidur memakai kelambu) selama beberapa hari sehingga mereka tidak dapat memberikan kontribusi pada siklus penularan. Karena apabila penderita chikungunya ini digigit oleh nyamuk kemudian nyamuk tersebut menggigit orang lain maka orang lain itu bisa tertular.
Pengobatan pada penyakit flu tulang tergantung dari tingkat keparahan infeksinya dan keadaan pasien. Pasien-pasien dengan penyakit darah dan ibu hamil perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebagian besar dari infeksi flu tulang pada anak-anak dan orang dewasa tidak memberikan gejala dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Pasien dengan gejala nyeri sendi yang mengganggu dapat digunakan obat anti radang golongan non steroid anti-inflamatory drugs (NSAID) untuk meredakan nyeri. Pasien dengan mengalami anemia berat mungkin akan membutuhkan tranfusi sel darah merah untuk mencegah terjadinya gagal jantung. Tranfusi sel darah dalam rahim juga dapat dilakukan untuk mencegah hydrops fetalis pada janin yang terinfeksi.

Tips Pencegahan flu tulang atau chikungunya
Bersihkan selalu tempat bekembang biaknya nyamuk seperti kamar mandi dan selokan , gunakan kelambu saat tidur baik siang atau malam , gunakan Obat nyamuk , gunakan pakaian lengan panjang , Jika ada anggota keluarga yang terinveksi virus flu tulang maka harus dihindarkan penyebaran penyakit lebih lanjut, yaitu penderita harus tidur menggunakan kelambu.
Jika seseorang terdeteksi flu tulang atau chikungunya pada tahap awal dan segera ditangani maka bisa sembuh. Namun jika diabaikan, penderita bisa mengalami sakit yang lebih parah bahkan hingga koma. 

Nama : Widiastuti Kusuma Wardani
Email : widiastuti070897@gmail.com
Blog   : perawatbedah99.blogspot.com
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar