Sindrom
Guillain Barre merupakan suatu penyakit pada susunan saraf yang terjadi secara
tiba-tiba dan menyeluruh, terutama mengenai saraf perifer, biasanya dipicu oleh
proses infeksi akut. Sindrom Guillain Barre sering disebut radang polineuropati
demyelinasi akut (acute inflammatory demyelinating polyneuropathy/AIDP). Atau
dengan bahasa lain, peradangan akut yang menyebabkan rusaknya sel saraf, yang
tidak jelas penyebabnya.
Untuk
kondisi normal, tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan antigen (zat yang
merusak tubuh) ketika tubuh terinfeksi penyakit, virus, atau bakteri. Pada
kasus Sindrom Guillain Barre, antibodi malah menyerang sistem saraf tepi
khususnya pada selubung myelin yang mengelilingi serabut saraf di seluruh saraf
tepi, yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah demyelination. Sehingga
penyampaian sinyal-sinyal dalam sistem saraf menjadi terganggu dan menyebabkan
gangguan fungsi sensorik, motorik, dan otonomik. Dampak yang nyata terlihat
dari melemahnya otot-otot Anda, dengan resiko kelumpuhan yang semakin tinggi..
Kerusakan yang ditimbulkan dimulai dari pangkal ke tepi atau dari atas ke
bawah. Kerusakan tersebut akan menyebabkan kelumpuhan motorik dan gangguan
sensibilitas. Jika kerusakan terjadi sampai pangkal saraf maka dapat terjadi kelainan
pada sumsum tulang belakang.
Umumnya,
otot-otot yang terkena dampak dari sindrom guillain barre pada tahap awal
adalah otot-otot kaki, yang kemudian menjalar menuju otot-otot bagian atas
tubuh. Atau sebaliknya, melemahnya otot-otot dapat dimulai dari bagian lengan
dan turun ke bagian bawah tubuh. Berbeda dengan polio dan stroke yang menyerang
hanya satu sisi anggota tubuh, sindrom guillain barre menyerang pada kedua sisi
tubuh. Yang mencemaskan, lamanya perjalanan dan perkembangan penyakit ini tidak
dapat diperkirakan.
Penyakit
ini dapat menyerang siapa saja. Sindrom Guillain Barre sering menyerang pada
orang-orang di usia produktif, yaitu antara 15 sampai dengan 35 tahun. Tidak
jarang Sindrom Guillain Barre juga menyerang pada usia 50 sampai dengan 74
tahun. Sindrom ini, seperti penyakit autoimun yang lain, termasuk self
remittance disease. Sebenarnya penderita dapat sembuh dengan sendirinya dalam
jangka waktu sekitar enam bulan. Dengan catatan, tidak terjadi infeksi pada
tubuh penderita. Karena yang menyebabkan kematian biasanya akibat terjadi gagal
napas dan infeksi yang timbul, namun hal itu juga tidak dapat dipastikan.
Sindrom
Guillain Barre merupakan penyakit langka disebabkan virus menyerang saraf-saraf
otot. Penyakit ini bisa mengakibatkan kelumpuhan hingga kegagalan sistem
pernapasan. Kegagalan pernapasan ini merupakan komplikasi utama yang berakibat
fatal jika tidak ditangani dengan baik. Kegagalan ini disebabkan oleh paralisis
diafragma dan kelumpuhan otot-otot pernapasan yang dijumpai 10-33 persen
penderita.
Kerusakan
pada bagian saraf akan menyebabkan kesemutan, kelemahan otot dan kelumpuhan.
Sindrom ini paling sering mempengaruhi saraf penutup (myelin sheath) yang
disebut demielinasi yang menyebabkan sinyal saraf untuk bergerak jadi lebih
lambat. Sedangkan kerusakan pada saraf lain bisa membuat saraf berhenti bekerja
sama sekali. Sindrom Guillain Barre merupakan gangguan imunologi yang
menyebabkan kelainan saraf perifer sehingga terjadi kelumpuhan ekstremitas
secara asenden dan simetris.
Sindrom
Guillain Barre tergolong sebagai salah satu penyakit yang muncul akibat adanya
gangguan autoimun. Sindrom ini sering terjadi pada mereka yang sedang
terinfeksi oleh flu, radang paru-paru, virus Epstein-Barr, mycoplasma
pneumonia, rabies, dan Campylobacter (virus dalam produk unggas yang dimasak
kurang matang). Sindrom guillain barre juga dapat terjadi pasca operasi
tertentu dilakukan atau pada mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
akibat beberapa penyakit seperti HIV/AIDS, herpes simpleks, mononukleosis,
lupus, dan penyakit Hodgkin.
Secara
umum kasus Sindrom Guillain Barre banyak berhubungan dengan infeksi, baik yang
disebabkan oleh virus maupun bakteri. Virus yang paling sering menyebabkan penyakit
ini adalah Cytomegalovirus (CMV), HIV, Measles dan Herpes Simplex Virus,
sementara bakteri penyebab yang paling sering adalah Campylobacter jejuni.
Sindrom Guillain Barre sering sekali berhubungan dengan infeksi akut non spesifik. Insidensi kasus Sindrom Guillain Barre yang berkaitan dengan infeksi ini sekitar antara 56% – 80%, yaitu 1 sampai 4 minggu sebelum gejala neurologi timbul seperti infeksi saluran pernafasan atas atau infeksi gastrointestinal.
Sindrom Guillain Barre sering sekali berhubungan dengan infeksi akut non spesifik. Insidensi kasus Sindrom Guillain Barre yang berkaitan dengan infeksi ini sekitar antara 56% – 80%, yaitu 1 sampai 4 minggu sebelum gejala neurologi timbul seperti infeksi saluran pernafasan atas atau infeksi gastrointestinal.
Infeksi
akut yang berhubungan dengan Sindrom Guillain Barre: infeksi Definite Probable
Possible , Virus CMV HIV Influenza , EBV Varicella-zoster Measless ,
Vaccinia/smallpox Mumps , Rubella , Hepatitis , Coxsackie , Echo .
Gejala
Beberapa
tanda dan gejala yang membantu dalam mengetahui apakah penderita mengalami
Sindrom Guillain Barre Gangguan muncul pada kedua sisi tubuh , kelemahan otot
terjadi dalam beberapa hari atau minggu, bahkan berbulan-bulan , kelemahan pada
awalnya muncul di tungkai yang kemudian menjalar ke atas hingga dapat mengenai
otot pernafasan dan otot-otot lengan , ditemukan riwayat infeksi pada
saluran nafas atau pencernaan sebelum timbulnya kelemahan tersebut , adanya
faktor pencetus seperti riwayat vaksinasi, kehamilan, operasi sebelumnya dll ,
kesulitan untuk BAK, tidak dapat menahan BAK, konstipasi, kesulitan menelan dan
bernapas, perasaan tidak mampu menarik napas dalam-dalam, dan penglihatan –
kabur
Sindrom
Guillan-Barre sering diawali dengan kesemutan dan kelemahan di kaki dan tungkai
lalu naik ke bagian tubuh atas dan lengan. Gejala atau tanda lain yang muncul
seperti Rasa seperti ditusuk-tusuk di jari tangan, kaki atau keduanya ,
kelemahan dan sensasi kesemutan di kaki yang menyebar ke atas , ketidakmampuan
untuk berjalan , kesulitan dengan gerakan mata, wajah, berbicara, mengunyah
atau menelan , rasa sakit yang parah di punggung bawah , kesulitan dalam
mengontrol kandung kemih atau fungsi usus , detak jantung yang cepat ,dan
kesulitan bernapas
Gejala
yang harus lebih diperhatikan adalah Sulit bernapas , tidak bisa menarik napas
dalam-dalam , sulit menelan dan terus menerus mengeluarkan air liur.
Penyebab
Sampai
saat ini belum diketahui dengan pasti apa penyebab dari sindrom Guillain-Barre,
meskipun ada kemungkinan akibat infeksi. Beberapa kasus sindrom Guillain-Barre
terjadi setelah terkena infeksi bakteri, memiliki penyakit yang kronis tapi
banyak juga yang terjadi tanpa adanya pemicu.
Sekitar
60-80 % penderita Sindrom Guillan Barre mengalami kesembuhan sempurna setelah 6
bulan. Sisanya mengalami kecacatan karena adanya keterlibatan otot pernafasan
dan gangguan fungsi otonomik. Kematian penderita disebabkan kegagalan dalam
bernafas dan infeksi. Penyembuhan bisa memakan waktu beberapa minggu sampai
beberapa tahun. Sekitar 30% penderita masih mengalami gejala sisa setelah 3 tahun
(gejala sisa ringan, dapat menetap pada penderita). Keluaran penderita akan
menjadi sangat baik bila gejala-gejala dapat hilang dalam waktu 3 minggu sejak
gejala tersebut muncul.
Guillain-Barre
syndrome adalah penyakit yang sangat serius, yang memerlukan perawatan inap
segera, karena keadaan akan cepat memburuk.
Nama : Widiastuti Kusuma Wardani
Email : widiastuti070897@gmail.com
Blog
: perawatbedah99.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar