Agar anak cerdas tentu tidaklah instant.
Butuh pelatihan, tidak hanya pada otak kiri saja tetapi juga otak kanan agar
seimbang. Berbagai informasi untuk mencerdaskan otak anak beredar di kalangan
para orangtua, mulai dari senam otak hingga menggunakan terapi musik klasik.
Benarkah terapi musik klasik dapat membuat otak menjadi cerdas? Belum ada bukti
yang pasti apakah terapi musik klasik dapat membuat anak memiliki jumlah IQ
tertentu. David Baron,
Kepala Bagian Psikiatri dari Fakultas KedokteranUniversitas Temple, Amerika mengatakan bahwa kecerdasan adalah
sesuatu yang kompleks. Ia juga mengatakan bahwa sekitar 60-80 persen kecerdasan
diturunkan secara genetik oleh orang tua. Meskipun belum dapat membuktikan
apakah terapi musik klasik dapat membuat anak memiliki IQ tertentu, sejauh ini
para peneliti menyetujui bahwa terapi musik klasik merupakan stimulasi yang
baik untuk melatih otak agar bekerja lebih maksimal terutama otak kanan yang
memiliki peranan besar terhadap imajinasi, kreativitas, serta intuisi.
Presiden Direktur Yayasan dan Sekolah Musik Jakarta, Dr. Kuei Pin Yeomenyimpulkan
bahwa irama pada musik klasik memiliki nada-nada yang bervariasi, terkadang
dari lambat ke cepat dan kadang sebaliknya. Musik klasik juga mempunyai
kategori frekuensi alfa dan theta 5000-8000 Hz. Frekuensi tersebut dapat
merangsang tubuh dan pikiran menjadi rileks sehingga merangsang otak
menghasilkan hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan tubuh menjadi
rileks dan membuat detak jantung menjadi stabil. Hal inilah yang mendukung otak
dapat berkonsentrasi dengan optimal dalam membangun jaringan-jaringan sipnasis
dengan lebih baik.
Otak manusia, termasuk otak bayi, terdiri dari belahan
otak kanan dan belahan otak kiri. Otak ini mulai terbentuk pada awal kehamilan
dan berkembang dengan pesat sampai bayi lahir.Belahan otak kiri merupakan
tempat untuk melakukan fungsi akademik yang terdiri dari berbicara-kemampuan
tata bahasa, baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, peristiwa) logika,
angka, analisis, dll.
Belahan otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik
dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna,
pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, dan pengembangan kepribadian.
Dari
penjelasan mengenai fungsi otak kiri dan kanan, maka dapat diketahui belahan
otak kanan ada kaitannya dengan musik. Oleh sebab itu pada pelaksanaan terapi
musik bagi ibu-ibu hamil maka perangsangan atau stimuli mental (dengan musik
atau cara-cara lainnya) haruslah mencakup peningkatan perkembangan dari kedua
belah otak tersebut. Agar bayi/anak kita kelak tubuh dan berkembang menjadi
individu atau manusia seutuhnya, harus ada keseimbangan antara fungsi otak kiri
dan fungsi otak kanannya. Sebab dalam kehidupan sehari-hari ada individu/orang
yang fungsi otak kiri lebih menonjol daripada otak kanan.
Kegiatan mendengarkan musik yang di lakukan oleh ibu
hamil membawa dampak yang sangat besar terhadap perkembangan kecerdasan
bayi. Janin yang terbiasa mendengar musik klasik
yang tenang memang cenderung jadi anak yang tenang. Ia juga gampang tidur
nyenyak. Dan, tidur lelap ini ada hubungannya dengan perkembangan otak! Asal tahu
saja, sel saraf di otak akan tumbuh pesat ketika janin tidur. Kalau ia tenang,
tidur pun cukup. Perkembangan otak pun jadi maksimal.
Menurut hasil penelitian ilmiah pada janin dari berbagai macam pakar
seperti dokter ahli syaraf, psikolog, dokter anak, dokter kebidanan, dan
lain-lain menyampaikan bahwa:
1.
Janin
sudah ada proses belajar ketika dalam kandungan. Rahim ibu lebih menyerupai ruang
kelas dari pada anggapan selama ini hanya sebagai ruang tunggu
2.
Janin
telah dapat mendengar secara jelas pada usia enam bulan dalam kandungan,
sehingga ia dapat menggerak-gerakkan tubuhnya sesuai dengan irama nada suara
ibunya atau cara ibunya berbicara.
3.
Janin
juga mampu untuk belajar sedikit mengenai musik pada usia 4/5 bulan. Artinya:
secara pasti janin dapat bereaksi terhadap bunyi dan melodi dengan cara
berbeda-beda terhadap ritme atau irama musik. Misalnya: Jika kita memutar lagu
berirama lembut, maka janin yang sedang gelisah sekalipun akan merasa tenang
atau relaks. sebaliknya jika kita memutar lagu-lagu dengan irama cepat/
lagu-lagu Pop atau Rock, maka janin yang paling tenangpun akan mulai menendang
secara aktif bergerak.
4.
Janin
dalam kandungan sudah memiliki perasaan, kesadaran, dan daya ingat.
5.
Janin
dalam kandungan yang diberi rangsangan suara termasuk musik secara teratur dan
terus-menerus ternyata mampu memacu kecerdasan bayi setelah lahir.
Nama : Zuhri Fahrima H.
Email : hartantirima@gmail.com
Blog : scapelbedah.blogspot.co.id
0 komentar:
Posting Komentar