
Cacingan dalam istilah sehari-hari
adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam
tubuh. Penyebab cacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan
cacing tambang. Biasanya cacing bisa dengan mudah menular.
Pantat gatal, merupakan salah satu
gejala untuk jenis cacing Enterobius vermicularis. Pada spesies cacing ini,
indung cacing keluar dari lubang anus, biasanya di malam hari ketika kita
tidur, dan meletakkan telurnya di daerah peri-anal (sekeliling anus). Dengan
menggunakan selotip, contoh telur-telur dapat diambil dan dapat dilihat dengan
bantuan mikroskop untuk diagnosa.
Penyakit cacingan sering dianggap
sebagai penyakit yang sepele oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Padahal
penyakit ini bisa menurunkan tingkat kesehatan anak. Di antaranya, menyebabkan
anemia, IQ menurun, lemas tak bergairah, ngantuk, malas beraktivitas serta
berat badan rendah. Gejala penyakit cacingan pun akan sulit dideteksi, jika
jumlah cacing yang bersarang dalam tubuh masih sedikit.
Cara masuknya cacing ke dalam tubuh
beraneka ragam. Cacing gelang yang bersarang dalam tubuh dengan jumlah telur
infektif 100.000-200.000 perhari biasanya masuk melalui makanan. Untuk cacing
cambuk, telur infektif yang ada di dalam tubuh sebanyak 3000-5000 dalam waktu
3-6 minggu biasanya juga masuk lewat makanan.Sedangkan telur cacing tambang
biasanya bisa berkembang dalam tubuh lewat makanan dan kulit. Telur cacing
cambuk yang infektif bisanya berjumlah 9000-10.000 dalam waktu 3 hari.Berkembangnya
penyakit ini juga dipengaruhi banyak faktor mulai dari faktor iklim tropis,
kebersihan tubuh, sanitasi lingkungan, sosial ekonomi dan kepadatan penduduk.
Gejala dan tanda
Pada kasus infeksi cacing ringan, tanpa gejala
atau kadang tidak menimbulkan gejala nyata. Gejala lain yang harus dikenali
adalah lesu, tak bergairah, suka mengantuk, badan kurus meski porsi makan
melimpah, serta suka menggaruk-garuk anusnya saat tidur karena bisa jadi itu
pertanda cacing kremi sedang beraksi. Gangguan ini menyebabkan, kurang
zat gizi, kurang darah atau anemia. Berkurangnya zat gizi maupun darah,
keduanya berdampak pada tingkat kecerdasan, selain berujung anemia.
Anemia akan menurunkan prestasi belajar dan produktivitas. Menurut penelitian,
anak yang kehilangan protein akibat cacing tingkat kecerdasannya bisa
menurun. Anemia kronis bisa mengganggu daya tahan tubuh anak usia di bawah
lima tahun (balita).
Tetapi pada kasus-kasus infeksi berat bisa
berakibat fatal. Ascaris pada cacing dapat bermigrasi ke organ lain yang
menyebabkan peritonitis, akibat perforasi usus dan ileus obstruksi akibat bolus
yang dapat berakhir dengan kematian.
Infeksi usus akibat cacingan, juga
berakibat menurunnya status gizi penderita yang menyebabkan daya tahan
tubuh menurun, sehingga memudahkan terjadinya infeksi penyakit lain, termasuk
HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria. Jenis penyakit parasit ini kecil sekali perhatiannya
dari pemerintah bila dibandingkan dengan HIV/AIDS yang menyedot anggaran cukup
besar, padahal semua bentuk penyakit sama pentingnya dan sikap masyarakat
sendiri juga tak peduli terhadap penyakit jenis ini.
Menjaga lingkungan terutama rumah selalu
keadaan bersih , mengajarkan anak dan membiasakan diri untuk selalu mencuci tangan
sebelum dan sesudah makan , mencuci tangan usai buang air , mencuci tangan dan
kaki usai bermain di luar , menggunakan sabun anti septic yang aman bagi anak ,
menggunakan alas kaki setiap kali main di luar , memberi asupan makanan dengan kandungan
gizi yang lengkap yang dibutuhkan anak , menggan pakaian selepas main diluar ,
buat suasana yang nyaman didalam rumah dan memberi tempat atau ruang yang cukup
bagi anak bermain sehingga memudahkan kita selalu mengawasi dan memperhatikan
anak ketika bermain ,hindari jajan sembarangan pada anak , dan potong kuku
dengan baik .
Pengobatan
Penanganan untuk mengatasi infeksi cacing
dengan obat-obatan merupakan pilihan yang dianjurkan atau anda dapat membawa
anak anda ke dokter untuk menanyakan secara jelas tentang cacingan pada anak .
Obat anti cacing Golongan Pirantel Pamoat (Combantrin dan lain-lain) merupakan
anti cacing yang efektif untuk mengatasi sebagian besar infeksi yang disebabkan
parasit cacing. Intervensi berupa pemberian obat cacing ( obat pirantel pamoat
10 mg / kg BB dan albendazole 10 mg/kg BB ) dosis tunggal diberikan tiap 6
bulan pada anak SD dapay mengurangi angka kejadian infeksi ini pada suatu
daerah.Obat tradisional untuk mengobati cacingan pada anak yang aman bagi tubuh
tanpa efek samping .
Obat tradisional untuk cacingan dari wortel.
Cara membuatnya : Ambil buah wortel
secukupnya kemudian parut. Peras parutan wortel dan ambil airnya. Kemudian
campu air perasan wortel dengan santan kental. Beri sedikit garam lalu aduk
sampai rata. Berikan obat tradisional ini untuk memberantas cacingan pada anak
minimal sehari sekali.
Obat tradisional untuk cacingan dari biji
pepaya.
Cara membuatnya : Keringkan biji papaya
hingga benar-benar kering, kemudian tumpuk sampai benar-benar halus. Seduh
tumbukan biji pepaya dengan setengah gelas air dan tambahkan dengan madu
secukupnya. Minumkan pada anak untuk mengatasi cacingan secara teratur 2 kali
dalam sehari.
Obat tradisional untuk cacingan dari daun
papaya.
Cara membuatnya : Siapkan satu lembar
daun papaya dan 15 gram akar dari pohon bunga melati. Cuci hingga bahan
benar-benar bersih, kemudian rebus dengan 600cc air sampai tersisa setengahnya
saja. Minumkan air rebusannya pada anak sebagai obat tradisioanal untuk
cacingan secara teratur dua kali dalam sehari selagi masih hangat.
Obat tradisional untuk cacingan dari bawang
putih.
Cara membuatnya : Siapkan 3 siung bawang
putih, 30 gram akar papaya serta gula merah secukupnya. Cuci bawang putih dan
akar papaya hingga bersih kemudian potong-potong dan rebus dengan air 600cc
sampai tersisa setengahnya saja lalu tambahkan gula merah secukupnya. Minumkan
pada anak untuk mengatasi cacingan selagi masih hangat dua kali dalam sehari
secara teratur.
Itulah beberapa macam obat
tradisional yang dapat anda buat sendiri di rumah dan obat apotik untuk mengobati cacingan pada anak . Mulailah dari sekarang
menerapkan hidup sehat pada anak dengan membiasakan mencuci tangan sebelum
makan dan memotong kuku. Paduan yang serasi antara upaya prevensi dan terapi
akan memberikan tingkat keberhasilan yang memuaskan, sehingga infeksi cacing
secara perlahan dapat diatasi secara maksimal.Semoga Bermanfaat.
Nama
: Widiastuti Kusuma Wardani
Email
: widiastuti070897@gmail.com
Blog
: perawatbedah99.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar