Istilah
"skizofrenia" berasal dari bahasa Inggris yaitu "schizophrenia"
yang memiliki arti "pikiran terbagi atau terpecah" di mana hal itu
mengacu pada terganggunya keseimbangan pada emosi dan pikiran. Skizofrenia adalah gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses
berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Keadaan ini pada umumnya
dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid,
keyakinan atau pikiran yang salah yang tidak sesuai dengan dunia nyata serta
dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika, dan disertai dengan
disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan. Gejala awal biasanya muncul
pada saat dewasa muda, dengan prevalensi semasa hidup secara global sekitar 0,3%
– 0,7%. Diagnosis didasarkan atas pengamatan
perilaku dan pengalaman penderita yang dilaporkan. Perilaku sosial yang tertutup dan
perubahan pola tidur menjadi gejala-gejala awal skizofrenia. Karena penyakit ini
biasanya mulai berkembang pada usia remaja, gejala-gejala tersebut hanya
dianggap sebagai perubahan tingkah laku remaja. Skizofrenia yang
merupakan penyakit gangguan jiwa berat ini, diidap sekitar 24 juta penduduk dunia.
Dan usia rentan kondisi ini berkisar antara 15 hingga 35 tahun. Tanda dan gejala yang dialami oleh
penderita skizofrenia seringkali dikaitkan dengan penyakit mental lainnya.
Sebab, tanda dan gejala dari penyakit ini memang hampir sama dengan tanda dan
gejala dari penyakit mental lainnya. Hal ini yang menyebabkan penyakit
skizofrenia sulit untuk didiagnosis. Tanda
dan gejala dari penyakit ini dibagi menjadi tiga kategori:
Gejala positif
Fungsi otak dari penderita penyakit skizofrenia
akan bekerja lebih aktif atau bisa dikatakan berlebihan. Hal ini menyebabkan
otak bekerja dengan tidak normal. Akibatnya, penderita akan mengalami beberapa
hal seperti berikut ini berkhayal, halusinasi, gangguan
pikiran, perilaku tidak teratur, para penderitanya juga sering curiga dan
mereka seolah-olah berada di bawah pengawasan yang ketat. Hal itu menyebabkan
mereka merasa tertekan.
Gejala negatif
Gejala ini mengacu pada berkurangnya atau bahkan
tidak adanya karakteristik fungsi otak yang normal. Gejala ini mungkin muncul
disertai atau tanpa adanya gejala positif. Gejala-gejala yang ditimbulkan
antara lain sulit mengekspresikan emosi, menarik
diri dari lingkungan social, kehilangan
motivasi, tidak minat melakukan kegiatan
sehari-hari, mengabaikan kebersihan pribadi.
Gejala-gejala tersebut seringkali
dianggap sebagai kemalasan yang biasa dialami oleh tiap orang. Namun, hal itu
ternyata keliru.
Gejala kognitif
Jenis gejala ini akan menimbulkan masalah pada
proses berpikir. Tanda dan gejala yang mungkin timbul, antara lain: masalah
dalam membuat informasi yang masuk akal dan dapat dimengerti, sulit berkonsentrasi, masalah
pada memori otak
Penyebab pasti dari penyakit skizofrenia belum diketahui.
Namun, beberapa peneliti percaya bahwa penyakit ini dapat terjadi akibat unsur
kimia pada otak bermasalah, termasuk neurotransmiter dopamin dan glutamat. Hal
ini terlah dibuktikan dari sebuah studi neuroimaging yang menunjukkan perbedaan
dalam struktur otak dan sistem saraf pusat dari penderita skizofrenia. Selain
itu, para peneliti juga percaya bahwa faktor genetika dan lingkungan turut
berkontribusi dalam perkembangan penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang
tampaknya dapat meningkatkan risiko penyakit ini timbul dan berkembang, seperti
kondisi hidup yang
penuh stress, sering mengkonsumsi obat psikoaktif selama masa remaja dan dewasa
muda, sering
terkena paparan virus, racun, atau kekurangan gizi selama masa kehamilan,
khususnya pada trimester pertama dan kedua.
Skizofrenia dibedakan
menjadi lima subtype.
Paranoid
Orang
yang mengalami hal ini akan sering berkhayal dan mengalami halusinasi, biasanya
pada pendengaran. Penderitanya sering mendengar suara-suara pada telinganya,
padahal suara itu tidak didengarkan oleh orang lain. Namun, fungsi intelektual
dari penderitanya biasanya relatif normal. Jika seseorang mengalami paranoid,
biasanya penderitanya biasanya lebih sering menunjukkan kemarahan, bersikap
acuh tak acuh, dan cemas. Namun, hal ini masih bisa disembuhkan.
Katatonik
Orang
yang mengalami subtipe dari skizofrenia ini seringkali melakukan kegiatan dan
gerakan yang tidak berarti. Mereka juga akan menarik diri dari lingkungan
sosial. Mereka lebih senang menyendiri dan tidak melakukan interaksi dengan
orang lain.
Tidak teratur
Jenis
skizofrenia ini ditandai dengan ucapan dan perilaku yang tidak teratur atau
sulit dipahami, misalnya tertawa tanpa alasan yang jelas. Mereka juga sering
meluapkan emosi yang tidak pantas. Selain itu, orang yang mengalami hal ini
akan terlihat sibuk dengan pemikiran atau persepsi mereka sendiri. Sangat kecil
kemungkinan untuk menyembuhkan jenis skizofrenia ini.
Diferentiatif
Dibandingkan
dengan subtipe lainnya, jenis skizofrenia ini adalah jenis yang paling banyak
dialami oleh para penderitanya. Gejala yang ditimbulkan merupakan kombinasi
dari beberapa subtipe dari skizofrenia.
Residual
Orang
yang mengalami hal ini biasanya tidak akan menunjukkan gejala-gejala positif
dari penyakit skizofrenia, seperti berkhayal, halusinasi, tidak teratur dalam
berbicara dan berperilaku. Biasanya, jenis penyakit ini akan terdiagnosa
setelah salah satu dari empat subptipe skizofrenia telah terjadi.
Namun,
bila penderita sudah menunjukkan beberapa gejala yang dianggap sudah mewakili
penyakit ini, maka pengobatan harus dilakukan dengan cepat. Sebab, bila tidak,
hal ini dapat menimbulkan beberapa masalah lain. Seringkali, penderita ingin
berbuat sesuatu yang dapat menyakiti dirinya sendiri. Bila hal itu tidak
berhasil dilakukan, mereka mungkin akan mencoba untuk bunuh diri. Biasanya skizofrenia ditangani dengan obat-obatan
antipsikotik dan terapi sebagai bentuk pengobatan psikologis. Selain itu, penanganan skizofrenia juga harus
ditunjang dengan dukungan dan perhatian dari orang-orang terdekat si penderita.
Yang termasuk penanganan tepat skizofrenia diantaranya adalah mengenali
tanda-tanda episode akut, pemberian obat sesuai resep, dan sikap terbuka pada
orang lain tentang kondisi ini. Dengan mengombinasikan berbagai metode
penanganan, penderita skizofrenia bisa perlahan-lahan pulih, hidup dengan
normal, dan mencegah kambuhnya penyakit ini.
Nama : Zuhri Fahrima H.
Email : hartantirima@gmail.com
Blog : scapelbedah.blogspot.co.id
0 komentar:
Posting Komentar