Dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan balita lebih rentan terhadap panyakit. Kondisi geografis Indonesia yang berada di daerah tropis menjadikan variasi mikrooranisme penyebab penyakit lebih beragam. Diperlukan pengetahuan terhadap penyakit-penyakit yang biasa menghinggapi bayi dan balita, agar ayah bunda dapat bertindak cepat dan tepat dalam mencegah dan menagguangi kondisi tersebut.Beberapa penyakit mungkin dianggap ringan dan biasa, namun ayah bunda patut waspada karena penyakit ringan pada orang dewasa dapat menyebabkan dampak yang berbahaya pada bayi atau balita.
Berikut ini adalah contoh beberapa penyakit yang sering dijumpai pada balita dan bayi :
1.
Diare
Menurut para ahli kesehatan anak, diare
adalah problem kesehatan yang paling sering terjadi pada bayi dan balita. Perlu
diketahui bahwa ada banyak hal yang dapat menyebabkan si kecil mengalami diare,
termasuk diantaranya adalah infeksi bakteri, sensitif terhadap beberapa jenis
makanan, dan terlalu banyak minum jus buah. Jika dalam 24 jam kondisi si buah
hati tidak membaik, apalagi disertai muntah dan demam, segera hubungi dokter
anak. Perbanyak asupan cairan terutama air putih atau oralit untuk menggantikan
cairan tubuh yang hilang.
2.
Demam
Perlu diketahui ayah bunda bahwa demam
bukanlah penyakit. Demam adalah kondisi dimana tubuh mengalami kenaikan suhu
sebagai respon dari berbagai kondisi termasuk infeksi, tumbuh gigi, atau
setelah imunisasi. Hubungi dokter segera jika bayi yang berusia dibawah 3 bulan
memiliki suhu 38oC dan berusia 3-6
bulan memiliki suhu 38.3 oC, melalui pengukuran suhu lewat anus.
Kompres kepala dan tubuh bayi menggunakan kain basah atau komres siap pakai.
Upayakan bayi minumASI banyak
dan jangan kenakan pakaian terlalu tebal atau berlapis-lapis.
3.
Sembelit
Cara gampang untuk mendeteksi sembelit pada
bayi atau balita adalah dengan cara mengamati pada saat mereka buang air besar. Jika mereka
menangis setiap kali BAB dan feses nya berbentuk padat dan cukup keras, maka
kemungkinan si buah hati mengalami sembelit. Menambahkan asupan cairan yang
berasal dari ASIatau jus buah biasanya akan membatu meringankan
tanda-tanda sembelit. Hubungi dokter anak segera jika kondisi si kecil tidak
membaik.
4.
Ruam
Ruam pada kulit bayi dapat disebabkan oleh
beberapa faktor meliputi kulit kering, lecet, infeksi, atau alergi. Kulit bayi
jauh lebih sensitif bila dibanding kulit orang dewasa, sehingga lebih rentan
ternadap penyebab ruam. Untuk menghindari ruam akibat pemakaian popok, jangan
biarkan popok basah terlalu lama. Jika popok sudah penuh, segera ganti dengan
yang baru. Gunakan lotion khusus bayi atau baby oil untuk mengatasi kulit
kering bayi.
5.
Batuk
Ada banyak penyebab batuk pada bayi dan
balita, penyebab yang paling umum adalah infeksi virus.
Jika batuk disertai dengan demam sedang, kemungkinan disebabkan oleh infeksi virus.
Para ahli kesehatan anak mengingatkan bahwa obat batuk sebaiknya tidak
diberikan kepada bayi yang berusia dibawah 4 bulan. Berikan ASIlebih sering, pantau kondisi
demamnya, jika dalam beberapa hari tidak membaik, segera hubungi dokter. Ayah
bunda harus waspada, beberapa batuk dapat huga disebabkan oleh infeksi bakteri
dan biasanya kondisi ini jauh lebih berbahaya dibanding batuk yang disebabkan
oleh infeksi virus
By : Dwi Ardiyanto
Email : dwixzardhee@gmail.com
Blog :http://perwateksis3.blogspot.co.id/

0 komentar:
Posting Komentar