Anak Temperamental



Anak-anak merupakan malaikat kecil yang Allah SWT berikan kepada umatnya. Namun, terkadang mereka kehilangan kendali atas emosi yang mereka miliki. Sikap ini seringkali membuat orang tua tidak tahan dengan mereka.
Hidup dengan anak-anak memang bukan hal yang mudah. Langkah demi langkah mereka perlu mengeksplorasi dunia ini dan belajar untuk menanggapi segala sesuatu yang baru dan tidak biasa. Mereka membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan hidup,orang,hubungan dan aturan. Anak-anak yang berusia dua hingga lima tahun memiliki jiwa yang sangat rentan dan tidak stabil.
Orang tua merupakan satu-satunya orang yang dapat menangani masalah sang anak. Suasana dalam keluarga jelas sangat memberikan pengaruh besar pada emosi dan membentuk kebiasaan perilaku anak.Orang tua harus memberikan anak-anak kesempatan untuk mengakui semua perbuatan yang salah dan menebus kesalahan mereka.


Seorang anak yang keras kepala dan temperamental mungkin dapat dibentuk oleh lingkungan di mana anak-anak dibesarkan. Tetapi ternyata sifat orangtua juga dapat mempengaruhi kepribadian anak.

Oleh karena itu orangtua harus menyesuaikan gaya pengasuhan anak untuk mengatasi masalah kepribadian anaknya.

 Faktor penyebab anak menjadi tempramen antara lain:

  • Kondisi anak yang sedang stres mungkin karena kelelahan atau merasa bosan
  • Contoh buruk yang diberikan oleh orang-orang sekitarnya ketika sedang melampiaskan kemarahan seperti orangtua, saudara, orang lain, atau juga dari tontonan acara Televisi yang tidak mendidik.
  • Kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orangtua sehingga kadangkala anak menjadi over reacting atau mencari perhatian dengan cara yang berlebihan.
  • Anak selalu merasa diejek atau direndahkan baik itu oleh keluarga sendiri juga orang lain.
  • Anak yang tidak diajari bergaul dengan orang lain dengan baik oleh orang tuanya sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang egois, superior (merasa lebih baik dari orang lain) atau juga dominan (tidak dapat menerima pendapat orang lain).
  • Anak tidak pernah dikenalkan akhlak agama dengan baik oleh orang tuanya. Dalam hal ini terutama ajarkan sifat sabar dan mengendalikan emosi yang baik pada anak

 Beberapa sifat orangtua yang bisa berpengaruh pada kelakuan anak:

1. Salah satu masalah umum yang ditemukan pada anak dengan ADHD atau yang temperamental adalah memiliki ibu yang pasif, depresi dan lesu.
"Anak akan bisa melakukan apapun yang dia suka karena si ibu tidak memiliki ketegasan untuk merawat dan mendidik anaknya," kata Robin.

2. Orang tua yang terlalu fleksibel dapat membuat anaknya mungkin sengaja bertingkah kaku dan keras kepala.
3. Orangtua yang selalu memenuhi keinginan anaknya akan memiliki sifat yang manja dan akan mudah marah jika keinginannya tidak segera dipenuhi.

4. Kadang-kadang masalah berakar pada sikap temperamental orang tua, bukan anak. Jika orang tua sangat moody, anak akan cenderung mudah marah, ketakutan dan mengembangkan sikap yang tertutup karena pengaruh sikap ekstrim orang tuanya.

    Orang tua dapat memilih alternatif dengan mengikut sertakan anak ke dalam kegiatan positif seperti les musik atau kesenian lain yang selain dapat meningkatkan kreatifitas anak juga dapat membuat anak dapat mengontrol emosinya.
Biarkan juga anak memilih sendiri baju mana yang ingin dikenakan dan jangan memaksakan sesuatu yang tidak disukainya.
    Terapi psikologi pada anak mungkin perlu dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab lain mengapa anak begitu temperamental seperti gangguan koordinasi motorik halus. Gangguan tersebut bahkan dapat mengakibatkan anak kesulitan untuk mengikat sepatunya sendiri.
Orangtua harus mulai bersikap disiplin dan lebih perhatian untuk mengatasi masalah terhadap kepribadian anaknya.

Mengatasi Anak yang Temperamental 

Perubahan suasana hati adalah penanda tahun-tahun batita, kebanyakan anak mengatasi tahap ini di usia 3½  atau 4 tahun, saat kemampuan bahasa telah berkembang dan mereka sudah lebih baik dalam mengekspresikan emosinya. Sementara itu, kami memaparkan faktor pemicu perubahan mood anak dan bagaimana cara mengatasinya. 

Tenangkan atau alihkan mereka


Kemarahan anak-anak biasanya disebabkan karena mereka merasa frustrasi tidak bisa menemukan jalan keluar, atau karena mereka menginginkan perhatian yang tidak mereka dapatkan. Namun, anak-anak juga mudah dialihkan perhatiannya.
Misalnya, tiupkan gelembung sabun atau bukalah sekotak es krim untuk mengalihkan perhatian mereka. Saat sibuk dengan gelembung sabun atau sibuk menikmati es krim, mereka akan kembali tenang dan Anda bisa mencari akar permasalahan untuk mengajak mereka berpikir rasional.

Tempatkan diri dalam posisi dan usia mereka
Pahami masalah dari usia anak, dengan begitu Anda bisa tahu mengapa membuka botol yang mungkin sangat mudah untuk Anda, bisa sangat sulit dan menyebalkan untuk anak usia 4 tahun. Dengan demikian, dia akan merasa didengarkan dan dipahami.

Peluk mereka
Seringkali penyebab kemarahan adalah perasaan tidak aman dan tidak disayangi. Anak-anak sangat peka akan kebutuhan ini, sehingga jika ini yang menjadi masalah pada anak Anda, maka rengkuhlah dia dalam senyuman dan kehangatan. Peluk dia dan katakan Anda menyayanginya agar dia tenang. Namun jangan lakukan ini pada anak yang marah-marah karena haus perhatian, karena dia akan merasa cara ini akan selalu berhasil untuk menarik perhatian Anda.

 Tetaplah tenang untuk menghadapi kemarahan dengan benar.
 Hal terburuk yang Orang tua dapat lakukan adalah menghadapi luapan kemarahan anak dengan luapan kemarahan juga. Anak membutuhkan pengaruh yang tenang, terutama saat sedang marah.

 Pastikan Anak mempunyai apa yang dia butuhkan.

Tanyakan apa yang terjadi.
Anak hanya ingin didengar, dan meluapkan kemarahan seringkali menjadi cara terbaik yang mereka ketahiu untuk mengespresikan diri mereka. Menyikapi Anak Anda dengan serius dengan bertanya apa yang terjadi dan mendengarkan sebagai repon kemarahan dapat membantu. Pegang Anak Anda dan beri mereka perhatian penuh sehingga mereka punya waktu untuk menjelaskan.

 Tahan Sikap Anda.
 Berempatilah tapi tegas ketika berbicara dengan Anak Anda, dan sekali Anda memberikan penjelasan dengan tenang, jangan mundur. Anak Anda mungkin tidak menjadi tenang dengan seketika, tapi dia akan ingat bahwa meluapkan kemarahan tidak akan mengarah kepada hasil yang memuaskan. Lain kali saat Anak Anda menginginkan sesuatu, dia akan cenderung untuk tidak mengamuk.

  Bantu Anak Anda untuk merasakan dicintai apapun kondisinya.
 Kadang, Anak meluapkan kemarahan karena mereka hanya ingin cinta dan perhatian lebih.

 Tempatkan dia di tempat aman.
Tempat tidur anak atau tempat aman lainnya di rumah dimana Anda merasa nyaman meninggalkannya sendirian sementara waktu adalah yang terbaik. Tempat itu sebaiknya bebas dari gangguan seperti komputer, TV atau video game. Pilih tempat yang sepi dan tentram yang dapat member pengaruh perasaan tenang pada Anak.


Nama    :  Ana Arif Bawati
E-mail   : anaarifbawati@gmail.com
Blog      : anaarifbawati.blogspot.co.id

Share on Google Plus

About ana arif bawati

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar