Sebagai orang tua tentunya kita sering
menghadapi beberapa permintaan anak. Ada permintaan yang harus kita
terima dan ada pula permintaan yang harus kita tolak.
Untuk permintaan yang kita terima,
mungkin tidak banyak teknik yang perlu kita perhatikan saat
menyampaikannya. Namun sebaliknya saat kita harus menolak permintaannya,
maka ada banyak hal yang kita perlu perhatikan.
Nah, berikut adalah 4 hal penting yang harus Anda perhatikan ketika akan menolak permintaan dari anak-anak Anda:
Menolak dengan alasan
Setiap penerimaan dan penolakan
permintaan anak harus diikuti dengan alasan yang jelas. Dari penjelasan
tentang alasan ini seorang anak belajar apa, bagaimana dan kapan
permintaannya diterima dan ditolak oleh orang tua.
Seperti orang tua yang tidak membelikan
ice cream bagi anaknya dengan alasan baru saja sakit pilek dan batuk,
maka alasan ini akan mengajari pada anak. Ia tidak akan meminta ice
cream setiap kali Ia batuk dan pilek. Sebaliknya anak yang ditolak tanpa
alasan apapun, maka suatu ketika ia akan meminta lagi seperti
permintaan yang lalu.
Menangguhkan keputusan untuk menolak dan menerima permintaan anak
Beberapa anak kadang meminta sesuatu
secara spontan dan tergesa-gesa. Permintaan seperti ini seringkali
mendesak dan kurang mempertimbangkan asas manfaat.
Menangguhkan keputusan akan membuat kita
cukup mempunyai waktu untuk berfikir di dalam menolak dan menerima
dengan alasan yang paling baik.
Di samping itu anakpun akan lebih bisa
berfikir logis setelah beberapa waktu, apakah permintaannya betul-betul
ia butuhkan atau hanya sekedar permintaan spontan belaka.
Memberi pilihan yang lain
Orang tua dapat menolak permintaan anak
dengan cara menawarkan dua atau tiga pilihan barang selain yang dipilih
oleh anak. Misalnya anak meminta sepeda motor balap, sementara kita
khawatir akan kebiasaannya kebut-kebutan, maka kita dapat menawarkan
beberapa jenis sepeda motor yang lain yang agak sporty.
Beberapa pilihan di atas membuat anak
merasa tidak terlalu ditolak permintaannya, dengan memberi alternatif
pilihan terbatas dari kita. Anak merasa masih mempunyai otoritas untuk
memilih walaupun terbatas. Sementara orangtua masih dapat mengatur
tingkat bahayanya dengan beberapa alternatif sepeda motornya.
Bertanya kepada anak
Ada seorang Bapak yang pernah diminta
oleh anaknya untuk memberikan izin kepadanya naik sepeda motor padahal
usianya baru 13 tahun. Ia beralasan tubuhnya cukup besar dan Ia beberapa
kali diajari oleh kakak misannya untuk naik sepeda motor. Tentunya
dengan tanpa sepengetahuan bapaknya.
Kemudian bapak itu bertanya kepadanya, “Jika abi mengizinkan Mas naik sepeda motor, adakah aturan yang abi harus langgar?” Kemudian Ia diam, karena Ia tahu Bapaknya harus melanggar aturan lalu lintas saat mengizinkannya naik sepeda motor.
Semua anak perlu merasakan diterima dan
ditolak permintaannya, yang paling penting adalah bagaimana dan mengapa
kita menolak dan menerima permintaan tersebut.
Nama : Lailatun Nafiah
Email : Lailatunnafiah04@gmail.com

0 komentar:
Posting Komentar