Jamur
adalah organisme pada tanaman yang terdiri dari sel seperti, cendawan
dan ragi. Jenis jamur ini terdapat pada jenis organ tubuh manusia yang
timbulnya, infeksi pada kulit, kuku, mulut, dan saluran cerna. Pada
umumnya yang menyebabkan infeksi pada kulit yaitu tinea. Adapula jenis
obat-obatan anti jamur cream, perolar dan injeksi. Selain itu infeksi
jamur dapat dibagi menjadi dua yaitu infeksi jamur sistemik dan infeksi
jamur topikal.
Mekanisme kerja
Obat Amfoterisin B sangat berikatan yang kuat dengan
sterol pada membran sel jamur sehingga pada membran sel bocor
dan menyebabkan kerusakan dinding pada sel jamur. Salah satu penyebab efek toksik
yang menimbulkan dengan disebabkan oleh ikatan kolesterol yaitu pada
membran sel hewan maupun manusia. Amfoterisin B mungkin bisa disebabkan
oleh terjadinya perubahan reseptor sterol pada membran sel.
Indikasi
Untuk pengobatan infeksi jamur ini yaitu Amfotericine B.
Absorvasinya sedikit sekali diserap pada saluran cerna.
Kontraindikasi
Terjadi pada gagal ginjal.
Sediaan
Amfoterisin
B injeksi tersedia dalam vial yang mengandung 50 mg bubuk, tablet hisap maupun tetes mata.
Efek Samping
Di infus karena kulit terasa panas, sakit kepala, badan menggigil, lesu, demam, kejang, dan penurunan pada faal ginjal.
Pada penderita ini 50% akan mengalami demam dan menggigil pada dosis awal
Waktu 24-48 jam dosis awal yang diikuti oleh eliminasi, fase kedua dengan waktu kira-kira 15 hari. Sehingga tercapai setelah beberapa bulan untuk pemberiannya
Waktu 24-48 jam dosis awal yang diikuti oleh eliminasi, fase kedua dengan waktu kira-kira 15 hari. Sehingga tercapai setelah beberapa bulan untuk pemberiannya
Interaksi obat
Bila diberikan
bersama digitalis ini akan menyebabkan hipokalemia yang sangat berat dan
efek toksik pada ginjal ditekan Amfotericine B ini harus bersama
flusitosin. Obat ini melalui ginjal dengan lambat hanya 3% dari jumlah
yang diberikan.
Dosis
Pada umumnya
dosis ini kecil kurang dari 0,25 mg/kgbb/hari yang dilarutkan hanya 5%
dan dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 0,4-0,6 mg/kgbb/hari
sebagai
dosis pemeliharaan. Secara umum dosis 0,3-0,5
mg/kgBB/hari atau 400-800 mg ini sangat cukup efektif untuk infeksi jamur, yang pemberian dilakukan
selama 6 minggu dan dapat dilanjutkan sampai 3-4 bulan.
Posted By : Heni Fitriyanti
Email : henifitriyanti266@gmail.com
Blogspot : henifitriyanti5.blogspot.co.id

0 komentar:
Posting Komentar