Tujuan Cara Menjahit Luka Pada
Pasien adalah sebagai instruksi bagi petugas UGD dalam melakukan penjahitan
pada pasien sehingga tidak terjadi infeksi yang disebabkan oleh luka tersebut.
Definisi Tata Cara Menjahit Luka Pada Pasien
Luka adalah keadaan hilang atau
terputusnya kontinuitas jaringan. Penjahitan luka (hecting) dilakukan pada luka
robek kyang bersih dan diyakini tidak mengalami infeksi serta berumur kurang
dari 8 jam boleh dijahit primer. Sedangkan luka yang terkontaminasi berat dan
tidak berbatas tegas sebaiknya dibiarkan sembuh per secundam atau per tertiam.
Penyembuhan luka dapat terjadi
secara :
1. Per
priman, yaitu penyembuhan yang terjadi setelah segera diusahakan bertautnya
tepi luka biasanya dengan penjahitan
2. Per secundam,
yaitu luka yang tidak mengalami penyembuhan per priman, biasanya dijumpai pada
luka infeksi, luka dengan kehilangan jaringan. Luka Jenis ini biasanya
dibiarkan terbuka.
3. Per
tertiam atau per priman tertunda, yaitu luka yang dibiarkan terbuka, selama beberapa
hari setelah tindakan debridement, setelah diyakini bersih, maka tepi luka
dipertatkan.
Alat dan Bahan
1. Sarung
tangan steril
2. Kasa
Steril
3. Obat
Anastesi local seperti Lidokain ampul
4. Plester
/ Verban
5. Cairan
garam fisiologis (NaCl 0,99%)
6. Larutan
antiseptik (providone iodine)
7. Spuit 3
cc atau 5 cc
8. Peralatan
penjahitan luka (heating set) : Jarum jahit bedah lengkung, Pinset sirurgis,
Pinset anatomis, Pemegang jarum (needle holder), Klem arteri, Gunting, Benang
catgut, Zyde, Bak instrumen
Jenis Benang Untuk Menjahit Luka Pada Pasien
·
Seide (silk/sutra) ; Bersifat tidak licin seperti sutra biasa karena sudah
dikombinasikan dengan perekat, tidak diserap oleh tubuh. Pada penggunaan
disebelah luar, maka benang harus dibuka kembali. Berguna untuk menjahit kulit,
mengikat pembuluh arteri besar. Ukuran yang sering digunakan adalah nomor 2 nol
3 nol, 1 nol dan nomor 1.
·
Plain Catgut ; Bersifat dapat diserap tubuh, penyerapan berlangsung dalam
waktu 7-10 hari dan warnanya putih kekuningan. Berguna untuk mengikat sumber
pendarahan kecil, menjahit subcutis dan dapat pula digunakan untuk bergerak dan
luas lukanya kecil. Benang ini harus dilakukan penyimpulan 3 kali karena dalam
tubuh akan mengembang. Bila penyimpulan dilakukan 2 kali saja akan terbuka kembali.
·
Chromic Catgut ; Bersifat
dapat diserap oleh tubuh, penyerapannya lebih lama yaitu sampai 20 hari.
Chromic Catgut biasanya menyebabkan reaksi inflamasi yang lebih besar
dibandingkan dengan plain Catgut. Berguna untuk penjahitan luka yang dianggap
belum merapat dalam waktu 10 hari dan bila mobilitas harus segera dilakukan.
Cara
Menjahit Luka Pada Pasien
Adapun Cara Menjahit Luka Pada Pasien yaitu sebagai berikut :
1. Menyapa
dan menjelaskan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan
2. menyiapkan
alat-alat serta obat yang akan dipergunakan
3. Atur
posisi pasien untuk mempermudahkan dalam melaksanakan tindakan
4. Lakukan
evaluasi luka.
5. Anamnesis
:Pemeriksaan fisik ; (a) Lokasi, untuk petunjuk kemungkinan adanya
cedera pada struktur yang lebih dalam, (b) Eksplorasi, untuk menyingkirkan kemungkinan cedera
pada struktur yang lebih dalam, menemukan benda asing yang mungkin tertinggal
pada luka serta menentukan adanya jaringan yang telah mati.
6. Bersihkan
luka dari kotoran dengan cairan garam fisiologis (NaCl 0,9%).
Hilangkan semua benda asing dan eksisi semua jaringan mati. tepi
compang-camping sebaiknya segera dibuang.
7. Jika
luka sudah bersih lalu olesi dengan betadine
8. Lakuakan
penjahitan luka tergantung lokasi dan kedalaman luka
9. Beri
betadine pada permukaan penjahitan luka, tutup luka dengan menggunakan kasa
steril dan plester menggunakan verban
10. Selesai
Post By : Tri.A.Saputra
Email : Atthasaputra@gmail.com
Blog :
Atthasaputra.blogspot.com

0 komentar:
Posting Komentar