Banyak
kasus leukemia yang tidak disadari pasien hingga akhirnya terdiagnosa pada
stadium akhir. Inilah yang menyebabkan penyakit ini dianggap sangat mematikan.
Karena ketika penyakit ini berhasil terdiagnosa, kondisi relatif sudah sangat
berat dan hanya memiliki potensi kesembuhan yang rendah.
Sebenarnya,
leukemia atau kadang lazim disebut dengan kanker darah ini
merupakan kondisi dimana sel-sel pada sum-sum tulang belakang yang memproduksi sel darah putih bekerja
di luar mekanisme seharusnya.
Pada
mekanisme seharusnya, sel darah putih hanya
diproduksi ketika muncul sinyak infeksi atau benda asing yang masuk dalam
tubuh. Jumlah diproduksi terbatas sebagai bagian sistem daya tahan tubuh. Namun
aktivitas abnormal sel sum-sum tulang belakang membuat produksi sel darah putih
menjadi berlebihan.
Sel
darah putih dalam jumlah berlebihan akan menyebabkan sifatnya menjadi ganas.
Bila sebelumnya berfungsi untuk mengatasi serangan infeksi, maka kini sel darah
putih juga akan menyerang sel darah merah dan trombosit. Tubuh akan menampakan
sejumlah gejala yang menandakan tubuh kekurangan sel darah merah dan trombosit.
Seperti sejumlah gejala penyakit leukemia berikut ini.
1. Efek cepat lelah, lesu dan lemas
Penderita
leukemia akan menampakan tanda serupa dengan anemia akut. Ini karena penderita
mengalami penurunan kadar sel darah merah secara signifikan, hingga penderita
mengalami kesulitan menyalurkan oksigen ke seluruh bagian tubuh.
Sebagaimana
Anda ketahui, sel darah merah bekerja menghantarkan oksigen menuju seluruh sel
tubuh. Penurunan kadar sel darah merah yang signifikan menyebabkan tubuh
kekurangan asupan oksigen dan nutrisi yang seharusnya dihantarkan oleh darah.
Tubuh
yang kekurangan asupan oksigen akan menunjukan tanda seperti cepat merasa lesu,
kepala yang mudah pening, mudah lemas dan lelah. Nafas juga kadang tersengal
seolah baru saja melakukan aktivitas fisik berat, otot kerap merasa pegal
berlebihan dan lain sebagainya. Anda patut pula curiga pada mereka yang
demikian rentan kehilangan kesadaran ketika menjalankan aktivitas hariannya.
2. Mudah mengalami perdarahan
Sel
darah putih pada penderita penyaki leukemia akan bersifat ganas dengan menyerang
dan merusak sel darah merah serta trombosit, yakni sel darah yang bertanggung
jawab dalam melakukan proses pembekuan darah. Karena trombosit dalam tubuh
berkurang dalam jumlah besar, tubuh menjadi kesulitan melakukan pembekuan
darah.
Pada
dasarnya acapkali tubuh mengalami perdarahan mikro yang dengan segera diatasi
oleh trombosit dalam darah. Ini biasa terjadi di saat Anda beraktivitas biasa.
Namun karena agen pembekuan darah dalam tubuh Anda berkurang drastis, maka
perdarahan mikro ini tidak bisa diatasi.
Tubuh
akan lebih mudah mengalami perdarahan ditandai dengan bintik-bintik merah di
bawah kulit dan kerapnya pasien mengalami lebam tanpa sebab. Ini karea
perdarahan mikro yang seharusnya segera diatasi dan justru memburuk. Segera
waspada acapkali Anda menemukan munculnya lebam atau bintik-bintik merah di
beberapa area tubuh Anda tanpa bisa Anda kenali penyebabnya, seperti Anda tidak
mengalami benturan atau tekanan.
3. Mudah mengalami demam, nyeri sendi, mual, dan sakit kepala
Ada
banyak penyebab yang membuat penderita leukemia juga mengalami sejumlah keluhan
seperti mudah demam, nyeri sendi, mual dan sakit kepala. Ini berkaitan dengan
perubahan fungsi sel darah putih yang mengganas dan menyerang sejumlah bagian
tubuh.
Pasien
biasanya mudah demam sebagai reaksi alami tubuh akibat sistem daya tahan tubuh
mereka yang kacau. Sel darah putih secara alami seharusnya bekerja sebagai
bagian dari imunitas, sekaligus menjadi salah satu faktor yang menjadi sinyal
bagi tubuh mengenai keberadaan infeksi. Sel darah putih yang berlebihan kerap
kali memberi efek sinyal palsu bagi tubuh seakan terus menerus terjadi infeksi.
Selain
itu, karena kekurangan asupan oksigen, sejumlah penurunan kondisi tubuh terjadi
seperti sakit kepala, nyeri sendi, mual, kembung dan lain sebagainya. Ini masih
berkaitan dengan kondisi anemia akut yang dialami pasien.
Tidak
hanya karena efek anemia akut, Anda bisa mengenali pula gejala penyakit
leukemia ketika pasien mulai terlalu sering mengeluhkan nyeri sendi dan tulang,
rasa pegal-pegal dan linu pada tulang. Bilamana setelah melakukan check up
tidak ditemukan adanya kadar asam urat tinggi, ada baiknya dilakukan
pengecekan.
Sejumlah
pasien leukemia menunjukan gejala nyeri sendi akibat munculnya tumpukan sel
darah putih pada tulang dan sendi mereka. Biasanya juga nyeri ini berpusat pada
area tulang belakang sekitar leher.
4. Pembengkakan kelenjar limfa
Sel
darah putih memang mengalir dalam tubuh melalui jaringan limfa, yang merupakan
bagian dari sistem daya tahan tubuh. Itu sebabnya ketika kadar sel darah putih
tinggi, maka terjadi penumpukan sel darah putih pada kelenjar limfa dan akhinya
kelenjar limfa berikut dengan jaringan dan salurannya akan membengkak.
Lokasi
kelenjar limfa berada di sekitar ketiak, leher, dada, pangkal paha dan beberapa
lokasi lain. Anda bisa meraba sejumlah lokasi ini untuk memastikan ukurannya
tidak terlalu menonjol. Biasanya pembengkakan disertai rasa nyeri dan linu.
5. Sensitif terhadap infeksi
Pada
penderita leukemia, aktivitas sel darah putih berubah menjadi abnormal. Fungsi
awalanya sebagai sistem pertahanan tubuh dalam melawan serangan dan inkubasi
virus, bakteri dan mikroba lain, justru berbalik menjadi ganas. Sel darah putih
mengubah tubuh menjadi autoimun seolah memandang sel darah merah dan sel darah
lain sebagai alergen yang harus diserang.
Anomali
tidak normal ini justru menyebabkan tubuh menjadi kehilangan fungsi daya tahan
tubuhnya yang normal. Akibatnya sejumlah bakteri dan virus menjadi lebih
leluasa menyerang tubuh. Mereka dengan leukemia cenderung akan mudah mengalami
infeksi dari skala kecil seperti sariawan hingga peradangan serius dalam
tubuh.
6. Penurunan berat badan
Penderita
penyakit leukemia akan mengalami penurunan sejumlah fungsi tubuh, akibat
berkurangnya volume darah normal dan tidak seimbangnya komposisi darah. Kondisi
ini akhirnya menyebabkan metabolisme tubuh menurun secara drastis dan
menyebabkan tubuh justru kehilangan kemampuan dalam menyerap makanan . Inilah
sebabnya tubuh menjadi semakin kurus.
7. Sering mengeluh gatal-gatal
Sejumlah
pasien penderita penyakit leukemia juga menunjukan sejumlah gejala gatal-gatal.
Ketidak seimbangan komposisi darah dan kesalahan tubuh dalam mengidentifikasi
sinyal sel darah putih yang berlebihan ini mendorong tubuh berkali-kali
menghasilkan histamin, sejenis senyawa hormonal yang bekerja sebagai sistem
perlindungan tubuh terhadap benda asing yang dianggap sebagai alergen atau
pembawa alergi.
Histamin
ini memunculkan efek tubuh merasa gatal. Pasien akan kerap merasa kulit yang
gatal dengan bentol-bentol kemerahan. Atau justru kerap bersin-bersin dan batuk
tanpa sebab.
Gejala
penyakit leukemia sendiri sulit teridentifikasi. Kebanyakan gejala penyakit
leukemia cenderung samar dan mirip dengan sejumlah keluhan penyakit biasa.
Banyak penderita tidak menyadari keberadaan penyakit ini sampai kondisi cukup
serius.
Sejumlah
keluhan yang menjadi indikasi leukemia memang serupa dengan gejala flu. Itu
sebabnya, bila Anda terus menerus menunjukan tanda gejala flu yang terus
menerus atau datang dan pergi, maka lebih baik Anda waspada. Bisa jadi yang
Anda alami justru gejala penyakit leukemia.
Terimakasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat artikel dari saya dan kita bisa menjaga tubuh kita supaya tidak terkenal penyakit Leukimia, jangan lupa di share ke teman atau keluarga kalian agar mengetahui gejala penyakit Leukimia.
Posted by : Bayu Krisna Anggara Mukti
Email : bayukrisnaaa27@gmail.com
Blog : bayukrsnn.blogspot.co.id
0 komentar:
Posting Komentar