Kista adalah kantung abnormal yang berisi cairan abnormal
yang tumbuh tak hanya di indung telur (ovarium) atau ujung-ujung saluran telur
(fembria), tapi juga di kulit, paru-paru, bahkan otak. Pendeteksian kista pada
awal kehamilan harus akurat. Sebab, secara sepintas bentuk kista ovarium mirip
dengan bentuk badan kuning (corpus luteum/CL). CL adalah sisa sarang sel telur
yang memang ada saat kehamilan. Kalau CL diambil karena disangka kista ovarium
(indung telur), maka bisa terjadi keguguran, karena CL berfungsi mempertahankan
fungsi hormone semasa kehamilan muda. Kelaksetelah plasenta terbentuk sempurna,
maka fungsi ini akan diambil oleh plasenta. Jadi, bila dari pemantauan USG
terlihat kantung besar di indung telur pada kehamilan muda, belum tentu itu
kista ovarium.
Kemungkinan
adalah CL. Penyebab munculnya kista ovarium (indung telur) antara lain adalah kegagalan
kantong gtelur (folikel) berovulasi. Seperti di ketahui, dalam siklus
reproduksi wanita, satu kantong telur dalam indung telur akan mengalami ovulasi
setiap bulannya. Ovulasi adalah keluarnya sel telur dari folikel yang telah
kehilangan sel telur di sebut CL secara normal akan mengalami degenerasi, hilang
di serap oleh tubuh. Sayangnya proses keluarnya sel telur dari dalam folikel
mungkin mengalami kegagalan. Jika kerap terjadi seperti itu lama-kelamaan
kantong telur yang gagal berovulasi dapat menjadi kista.
Adanya
kista di dalam perut bagian bawah bisa menyebabkan pembenjolan perut. Tekanan
terhadap alat-alat di sekitarnya disebabkan oleh besarnya kista atau posisnya
di dalam perut. Misalnya, sebuah kista yang tidak seberapa besar, tetapi
terletak di depan rahim dapat menekan kandung kemih dan dapat menimbulkan
gangguan berkemih, sedang satu kista yang lebih besar tetapi terletak bebas di
rongga perut kadang-kadang hanya menimbulkan rasa berat dalam perut. Tekanan
tumor dapat pula mengakibatkan sembelit, bengkak pada tungkai.
Perdarahan
ke dalam kista yang terjadi dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan nyeri
perut mendadak.
Putaran
tungkai dapat terjadi, dipermudah oleh faktor kehamilan dan sesudah persalinan.
Torsi inj menyebabkan gangguan sirkulasi dan menimbulkan rasa sakit. Gangguan
sirkulasi menyebabkan kerusakan jaringan dalam kista dan lama-kelamaan dapat
menyebabkan robekan dinding kista menimbulkan robekan dinding kista dan
menimbulkan penimbunan cairan bebas di dalam rongga perut (asites) dan
perlekatan-perlekatan dengan sekitarnya.
Robekan
dinding kista selain karena putaran tungkai, dapat juga akibat jatuh, atau
pukulan di perut ataupun waktu berhubungan intim.
Infeksi
pada kista dapat terjadi jika di dekat
kista ada sumber kuman, misalnya peradangan usus buntu.
Perubahan
keganasan pada kista dapat terjadi. Metode-metode yang selanjutnya dapat
menolong dalam pembuatan diagnosis yang tepat antara lain laparoskopi, USG,
foto rontgen dan parasentesis.
By : Intania Putri.P
Alamat Email : putriintania36@gmail.com
Alamat Blog : intania36@gmail.com
0 komentar:
Posting Komentar