Penyebab dan Gejala Penyakit Liver
Liver
sirosis atau sakit liver lainnya disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya
adalah pola hidup yang tidak sehat: tidak pernah berolahraga atau berolahraga
terlalu keras tanpa diimbangi istirahat yang cukup, kurang mengkonsumsi buah
dan sayur serta air putih, terlalu banyak mengonsumsi alkohol serta
makan-makanan cepat saji dan tidak higienis. Semua ini menyebabkan penumpukan
bakteri di dalam hati dan akhirnya menimbulakan kerusakan. Namun, ada juga penyebab
yang dibawa sejak lahir dan merupakan sebuah kelainan. Biasanya penyakit ini
langsung terdeteksi pada saat baru lahir. Penyakit liver pada anak juga
memiliki tingkatan kondisi tertentu, di mana setiap kondisinya juga memerlukan
penanganan tersendiri. Di antaranya adalah atresia bilier, penyakit kuning,
liver hepatitis, cacat hati bawaan dan lain-lain. Lalu, bagaimana anda
mengidentifikasi jika buah hati anda terkena penyakit ini? Hal pertama yang
dapat anda lakukan adalah melihat adanya kelainan, seperti: Hilangnya nafsu
makan, Demam akibat infeksi, Mual dan muntah yang dibarengi dengan diare, Badan
dan mata yang menguning, Urine berwarna coklat tua, Berat badan anak tidak
bertambah, Tinja berwarna pucat, putih, atau seperti tanah liat. Tubuh berwarna
kuning menunjukkan adanya gangguan hati pada bayi (Sumber: Cara-mengobatipenyakitmaagkronis)
Pencegahan Dini Terhadap Penyakit Liver pada Anak
Setiap
orang berpotensi untuk terjangkit penyakit ini meskipun tidak memiliki kelainan
genetis. Maka dari itu, upaya pencegahan harus segera digalakkan untuk
mengurangi resiko kematian karena penyakit ini. Berikut adalah beberapa upaya
pencegahan yang perlu anda lakukan: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Contoh sederhananya adalah mencuci tangan setelah dan sebelum makan sehingga
dapat terhindar dari bakteri-bakteri dari alat-alat makan yang digunakan. Oleh
sebab itu, anda sebagai orang tua harus mengajari buah hati anda untuk
membiasakan hal ini: Rajin mengkonsumsi air mineral 8-10 gelas sehari juga
dapat membantu menghambat potensi perkembangbiakan virus di dalam tubuh, Mengecek
kondisi tubuh secara rutin untuk mengetahui adanya penyakit ini sedini mungkin.
Dengan cara ini, upaya identifikasi penyakit
liver dan pengobatannya dapat dilakukan sedini mungkin. Pasien masih
berpotensi sembuh total jika penyebaran bakteri masih belum terlalu luas, Mengatur
pola hidup menjadi lebih sehat dan meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok
dan minum alkohol. Penyakit liver memang tidak mudah dihadapi. Namun,
dengan penanganan yang tepat, maka perkembangannya bisa dihambat. Setelah sembuhpun
hati tidak boleh lagi diperlakukan dengan kondisi yang sama karena kemungkinan
bakteri akan muncul lagi.
Nama : Susilowati Handayaningrum
Email : susypoerjo@gmail.com
0 komentar:
Posting Komentar