Penyakit tipes ini
diindikasikan sebagai infeksi yang terjadi pada usus yang diakibatkan oleh
makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi dengan bakteri bernama
Salmonella Thypti. Bakteri tersebut kemudian masuk ke tubuh bersama dengan
makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehingga bisa sampai ke dalam usus dan
menyebar ke seluruh tubuh. Penyakit ini bisa menjangkit semua kalangan, mulai
dari anak-anak hingga orang dewasa. Penyakit ini pada awalnya bisa disebabkan
karena Anda kurang menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan tangan pada
saat makan dan minum.
Selain disebabkan oleh
bakteri Salmonella Thypti yang paling sering ditemukan di Indonesia, ada juga
penyakit tipes yang disebabkan oleh hal lain. Penyebab lain terjadinya tipes
adalah kutu badan yang bisa mengakibatkan tipus epidemik. Penyakit ini
diakibatkan oleh bakteri yang bernama Ricketsia typhi di mana bakteri tersebut
dibawa dan disebarkan oleh kutu. Biasanya penyakit ini disebarkan oleh tungau
dan caplak. Maka dari itu Anda harus selalu waspada dan menjaga kebersihan diri
dan lingkungan, terutama kebersihan makanan serta minuman yang Anda konsumsi.
Bukan hanya itu, tetapi ternyata ada juga beberapa jenis penyakit tipes yang
lainnya seperti demam berbintik gunung Rocky, demam Bountonneuse, tipes caplak
Siberia, tipes caplak Australia, dan sebagainya.
Secara umum, seseorang
bisa diketahui terkena tipes apabila ketika dilakukan pemeriksaan laboratorium,
terjadi beberapa hal. Pertama, sel darah putih di dalam tubuh jumlahnya
menurun. Hal ini menyebabkan perdarahan yang terjadi pada usus. Selain itu jumlah
trombosit akan menurun. Ketika dilakukan pemeriksaan darah, jika seseorang
benar terkena tipus maka darah, kotoran serta urinnya biasanya terdapat bakteri
Salmonella Thypti.
Ciri Ciri Gejala Tipes yang Sering Dialami
Berikut ini adalah
beberapa tanda tanda gejala tipes yang sering terjadi :
1. Demam
Para penderita tipes pada
awalnya biasanya mengalami demam tinggi yang suhu tubuhnya bisa mencapai 39
sampai 40 derajat Celcius di malam hari. Akan tetapi menjelang pagi hari dan di
siang hari, panasnya akan menurun dan akan terulang lagi di malam hari. Kondisi
naik turunnya suhu tubuh ini biasanya akan terjadi selama kurang lebih 3 minggu
pertama ketika seseorang mengalami tipes.
2.Tidak Napsu Makan
Penderita tipes biasanya
cenderung akan kehilangan berat badannya karena biasanya seseorang akan
kehilangan napsu makannya saat terjangkit tipes. Akibatnya berat badan menurun
dan kondisi tubuh pun semakin lemas. Hal inilah yang harus diwaspadai supaya
tidak terjadi kepada Anda.
Dalam medis, penyakit
tipes dinamakan demam typhoid (tifoid). Demam typhoid (Bahasa latin) adalah
sebuah keadaan medis yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang dinamakan
Salmonella typhi.
Bakteri tersebut ditemukan
di dalam tinja dan air kemih penderita. Bakteri Salmonella typhi masuk ke dalam
saluran pencernaan dan bisa masuk ke dalam peredaran darah melalui paparan di
tangan yang terkontaminasi kemudian digunakan untuk makan tanpa cuci tangan
dahulu sebelumnya. Demikiannya, hal ini akan diikuti oleh terjadinya peradangan
pada usus halus dan usus besar. Usus halus adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak
di antara lambung dan usus besar. Usus besar merupakan akhir dari saluran
pencernaan.
Oleh karena itu,
penyebaran bakteri Salmonella typhi ke dalam makanan atau minuman sering
dikaitkan oleh akibat pencucian tangan yang kurang bersih setelah buang air
besar maupun setelah buang air kecil.
Untuk mencegah tipes
kambuh lagi, diperlukan pengobatan yang tuntas. Pasalnya, jika pengobatan tipes
tidak tuntas, maka bakteri salmonella typhi tersebut berisiko masih ditemukan
selama lebih dari 1 tahun di tinja penderita.
Mengejutkannya, selama
penderita pembawa bakteri salmonella typhi terjangkiti, mereka biasanya tidak
menunjukan gejala penyakit. Namun dapat diketahui hanya dari pemeriksaan kuman
dari tinja dan kemih. Jika terdapat penurunan daya tahan tubuh, maka risiko
penyakit tipes dapat berulang kambuh kembali.
Pengobatan penyakit tipes
yang tidak tuntas yang dimaksud adalah jika pasien tidak tertib menyelesaikan
cara mengobati penyakit tipes yang telah diresepkan dokter. Yakni dengan
konsumsi obat antibiotik yang telah direkomendasikan dokter dengan dosis yang
ada. Karena jika obat antibiotik tidak tertib dihabiskan diminum, maka bakteri
salmonella typhi berisiko masih terdapat di tubuh.
Selain itu, kesembuhan
setelah pengobatan juga tidak menjamin seseorang menjadi kebal terhadap infeksi
berikutnya. Dimana kejadian tipes kambuh lagi lebih sering dialami karena
kurangnya menjaga kebersihan, berikut pencegahan penyakit tipes :
1. Selalu cuci tangan sebelum
dan sesudah Anda makan, berikut langkah cuci tangan yang benar: basahi tangan
dengan air bersih mengalir (hangat atau dingin); gunakan sabun, lalu gosok
tangan Anda bersama-sama sampai mengahsilkan busa, pastikan untuk menggosok
punggung tangan, sela-sela jari, dan di bawah kuku anda; lanjutkan menggosok tangan
setidaknya selama 20 detik; bilas tangan di bawah air mengalir; keringkan
tangan menggunakan handuk bersih atau udara kering.
2. Ketahui dengan pasti makanan yang Anda makan dibersihkan sebelum
dimasak dan dimasak sematang mungkin.
3. Ketika tubuh sedang kurang fit, hindari jajan sembarangan karena pada
dasarnya penyakit apapun akan lebih mudah menyerang saat tubuh kita dalam
kondisi yang kurang prima. Ditambah lagi, kita tidak mengetahui secara penuh
kebersihan dalam pengolahan makanan yang disajikan pada makanan jajanan.
4. Jika memungkinkan, bawalah bekal makan dari rumah, segala sesuatu yang
dimasak di rumah sendiri seharusnya lebih higienis daripada yang biasa Anda
dapatkan di tempat umum.
Oleh : Ekowati Niken
Priyani ( nikenpriyani0@gmail.com
)
Blog: nikenpriyani.blogspot.com

0 komentar:
Posting Komentar