Ikan lele yang banyak dikonsumsi ini memiliki kandungan nutrisi tinggi, sekitar 20% atau melebihi nilai gizi harian. Ahli nutrisi gizi Dr. Achmad Subagio dari Universitas Jember
menjelaskan bahwa ikan lele memiliki kandungan gizi yang seimbang dengan daging sapi jika dikonsumsi secara tepat. Setelah 2 tahun meneliti akhirnya menemukan daging alternatif untuk menggantikan daging sapi. Dengan mengandalkan ikan lele seberat 2,5 kg, Dr. Achmad Subagio berhasil membuat daging alternatif seberat 1 kg. Ikan lele dapat merangsang perkembangan otak anak yang banyak mengandung vitamin A, daging ikan lele mengandung poli asam lemak tidak jenuh (PUFA) terdiri dari omega 3 dan omega 6. PUFA tidak disintesa tubuh, sehingga
harus diperoleh dari makanan. Lemak ikan dapat menurunkan kolesterol dalam plasma darah, kandungan lemaknya lebih rendah dibandingkan daging sapi atau daging ayam. Ikan lele mengandung protein dengan kadar lisin dan leusin lebih tinggi dibanding daging sapi. Leusin sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen pada orang dewasa. Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot.
Selain itu, lisin sangat dibutuhkan tubuh untuk proses
pertumbuhan. Asam amino lisin menjadi kerangka bagi niasin dan sering
dilibatkan dalam pengobatan penyakit herpes.
Ikan lele juga kaya fosfor, nilai fosfor pada ikan lele lebih tinggi dibandingkan pada telur yang hanya 100 mg. Peran mineral fosfor
menempati urutan kedua setelah kalsium. Dalam tubuh fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat, 80% berada pada tulang dan gigi. Fungsi utamanya sebagai sumber energi dan
kekuatan untuk metabolisme lemak dan pati, sebagai penunjang kesehatan
gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian
kalsium.
posted by : Diyan Arika
email : Arika970@gmail.com
blog : diyanarika.blogspot.co.id
0 komentar:
Posting Komentar