Pertolongan Pertama pada Orang Tenggelam

Tenggelam bagi seseorang yang bisa berenang hal itu mungkin tidak dapat terjadi atau bahkan jarang terjadi.Tenggelam bisa terjadi karena mungkin korban sebelum melakukan kegiatan kurang pemanasan,bisa juga korban terkena benturan dan mengakibatkan pinsan seketika bicara tentang tenggelam disaat korban panik pastinya kita tergerak untuk berusah langsung menolong,padahal hal itu salah untuk dilakukan pastikan dulu dan lihat keadaan saat itu.Untuk menolong korban secara benar kali ini saya akan membahasnya.Bagaimana caranya? mari kita bahas lebih lanjut.

Cara menolong korban tenggelam:
1. Jika korban masih berada di air, usahakan menarik dia ke darat dengan tali atau tongkat. Gunakan perahu kalau ada.

2. Telungkupkan si borban, keluarkan air dan kotoran dari mulutnya secepatnya.

3. Lakukan pernapasan mulut ke mulut.
Jika si korban tidak bernapas, baringkan terlentang dan angkatlah dagunya. Peganglah hidungnya erat-erat dan hembuskan napas pelan-pelan ke dalam mulutnya kira-kira 15 atau 20 kali semenit.
Usaha ini akan mengembungkan paru-paru dan menolong mengembalikan pernapasan si korban. Jia tidak ingin menggunakan mulut gunakan sejenis pipa dengan menahan bibir si korban di sekeliling pipa itu sementara menggembungkan paru-paru untuk menolong orang tenggelam.

4. Pijatan jantung
Untuk menolong orang tenggelam yang jantungnya berhenti berdetak, teruskan memberi pernapasan mulut ke mulut sambil memberikan pijatan jantung, dengan cara menekankan pangkal telapak tangan keras-keras di tengah-tengah tulang dada kira-kira 60 kali semenit. Angkatlah tangan setelah tiap tekanan.

5. Sikorban harus dalam keadaan hangat

6. Panggillah ambulan dan bawalah si korban ke rumah sakit terdekat untuk menolong orang tenggelam mendapatkan perawatan yang baik.


Demikian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat.




Posted by   : Fajar Irfansani
Email         : fajargendut34@gmail.com
Blog           : fajargendut12.blogspot.co.id

Share on Google Plus

About Fajar irfansani

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar