Selama ini henna digunakan sebagai pewarna rambut, pewarna tubuh, pewarna
kuku, atau sebagai tintatato temporer.Di India, henna dikenal sebagai mehndi
dan digunakan untuk body painting,
terutama pada upacara pernikahan. Sementara itu, masyarakat Indonesia kerap
menyebutnya sebagai “pacar”.
Henna berasal dari tanaman dengan nama latin Lawsonia inermis.
Bagian daunnya ditumbuk, lalu dijadikan pewarna alami atautinta tato temporer.
Henna Mengandung Bahan
Berbahaya
Meski berasal dari tumbuhan, henna tidak sepenuhnya aman bagi
kesehatan. Sebab, untuk membuat tinta yang akan digunakan sebagai tato
temporer, dibutuhkan campuran zat-zat lainnya.
Sebagai tinta tato temporer, henna yang dipakai adalah henna
hitam. Zat tambahan yang mungkin terkandung pada henna hitam adalah tar
batubara. Nama kimianya adalah p-phenylenediamine, atau lebih dikenal dengan
PPD.
Kemungkinan Dampak Buruk dari
Pemakaian Tato Henna
Warna yang dihasilkan oleh henna adalah perpaduan antara oranye,
cokelat, dan merah. Demi menghasilkan warna yang lebih gelap dan hasil tato
yang tahan lama, ada zat-zat lain yang ditambahkan. Faktor risiko timbul akibat
penggunaan tato henna yang dioleskan pada kulit. Alergi kulit adalah salah satu
kondisi penyakit yang bisa muncul.
Reaksi alergi yang mungkin terjadi dapat berupa
peradangan di kulit setelah 1-2 minggu tato henna digunakan. Kulit melepuh juga
bisa menjadi salah satu dari wujud risikonya. Bekas peradangan ini pun dapat
meninggalkan luka parut yang dalam. Kemungkinan lain adalah kulit menjadi lebih
peka terhadap sinar matahari dan terjadinya kehilangan pigmen pada
kulit. Lebih jauh lagi, luka bekas alergi ini biasanya bersifat permanen.
Tips Agar Terhindar
dari Risiko Tato Henna
Berwisata ke suatu tempat dan membuat tato henna yang ditawarkan
di tempat tersebut memang mengasyikkan, namun Anda disarankan untuk menerapkan
tips-tips berikut ini untuk menghindari risiko yang bisa ditimbulkan.
1. Tidak mengaplikasikan di
kulit tubuh yang sensitif.
2. Pilih yang warnanya
terang, yaitu perpaduan antara oranye, cokelat, dan merah atau salah satu dari
warna itu. Jika warnanya gelap, diduga mengandung zat PPD yang dapat
menyebabkan alergi.
3. Usahakan mengetahui
kandungan bahannya dengan membaca daftar bahan pada kemasan tinta.
4. Jangan tergiur dengan
tato henna yang tahan lama, sebab dapat dipastikan menggunakan zat yang tidak
aman untuk kulit.
5. Biarkan tato henna
hilang dengan sendirinya. Menghapus sendiri tato henna dengan cara menggosoknya
dapat membuat kulit mengalami iritasi.
6. Jika kulit Anda
menampakkan reaksi tertentu, seperti terbakar, segera ke rumah sakit untuk
mendapatkan pertolongan.
Tato henna memang cantik, tetapi Anda harus hati-hati memakainya.
Jangan sampai keindahan goresan henna mengorbankan kesehatan kulit Anda.
By : Ana Tri Oktaviana
Email : Anarereviana@gmail.com
Blog : Anaoktaviana10.blogspot.com
Web : hhtp://akperkabpurworejo.ac.id/
0 komentar:
Posting Komentar