Penyakit yang menyerang bagian hati sering desebut juga radang
hati. Fungsi utama dari hati atau liver adalah menyaring racun-racun yang ada
pada darah. Seseorang
yang menderita
hepatitis dapat menghancurkan kesehatan orang tersebut secara keseluruhan
karena racun tetap mengendap pada darah dan merusak atau mengganggu kerja organ
lain. Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan
darah menjadi tinggi dan pecahnya pembuluh darah.
Rusaknya fungsi hati atau liver ini dapat disebabkan karena seseorang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau karena termakan racun yang membebani kerja liver dan mengakibatkan fungsi hati menjadi rusak. Tetapi kebanyakan hepatitis disebabkan oleh virus yang ditularkan penderita hepatitis. Ada 5 macam virus hepatitis yang dinamai sesua abjad yaitu : virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC), virus hepatitis D (VHD) dan virus hepatitis E (VHE). Virus yang paling banyak menjangkiti manusia adalah VHB, penyebab hepatitis B. Diperkirakan 1 dari 3 orang yang ada di bumi pernah terinfeksi. Sekitar 350 juta hidup dengan virus mengendap pada tubuhnya dan berpotensi menulari orang lain. Virus ini menyebabkan kematian sedikitnya 600.000 orang per tahun.
Gejala
Hepatitis
Gejala umum dari hepatitis adalah rasa
nyeri atau sakit pada perut bagian kanan, badan lemas, mual, demam dan diare.
Pada beberapa kasus juga ditemukan gejala seperti akan flu dan sakit kuning
yang ditandai kulit dan mata yang terlihat kuning. Tetapi, gejala penyakit
hepatitis tidak selalu, khususnya pada kebanyakan kasus yang menimpa anak-anak.
Virus dapat berpindah dari seorang penderita ke orang yang sehat, jika kekebalan tubuh seseorang sedang lemah, virus akan menjangkiti tubuh orang yang sehat. Virus dapat dibersihkan oleh antibodi manusia itu sendiri jika sistem kekebalan tubuhnya baik.
Virus dapat berpindah dari seorang penderita ke orang yang sehat, jika kekebalan tubuh seseorang sedang lemah, virus akan menjangkiti tubuh orang yang sehat. Virus dapat dibersihkan oleh antibodi manusia itu sendiri jika sistem kekebalan tubuhnya baik.
Gejala yang biasa tampak antara lain :
- Sangat kelelahan
- Nafsu makan menghilang
- Mual ataupun muntah
- Gatal seperti alergi pada kulit
- Perut membuncit
- Bagian tubuh tertentu menguning
- Kaki membengkak
- Sangat kelelahan
- Nafsu makan menghilang
- Mual ataupun muntah
- Gatal seperti alergi pada kulit
- Perut membuncit
- Bagian tubuh tertentu menguning
- Kaki membengkak
Hepatitis A
Virus hepatitis
A biasa terdapat pada kotoran penderitanya. Virus dapat hidup pada air atau es
batu. Cara penyebaran virus ini adalah karena meminum air yang tercemar VHA.
Bisa juga karena mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak dengan benar sehingga
virus tetap hidup pada makanan atau karena orang yang mempersiapkan makanan
tidak terbiasa cuci tangan dengan benar terlebih dahulu, mungkin saja pada
tangannya terdapat virus hepatitis A. Tidak mencuci tangan sehabis menggunakan
toilet juga menyebabkan virus ada pada kotoran manusia ini akhirnya berpindah.
Hepatitis B
Penularan virus
hepatitis B (VHB) biasanya melalui darah atau cairan tubuh seperti air liur,
cairan vagina, atau air mani yang masuk dalam aliran darah orang sehat. Tranfusi
darah, darah pada pisau cukur, perawatan gigi, gunting kuku, jarum suntik atau
jarum yang digunakan untuk membuat tato dapat memindahkan sejumlah kecil darah
yang terinfeksi virus hepatitis. Bahkan noda darah yang sudah mengering dapat
menulari orang lain selama 1 minggu sejak menempel pada suatu benda. Cara lain
penyebaran virus ini adalah karena terbawa dari sejak kandungan dari seorang
ibu yang terinfeksi dan karena hubungan seks.
Hepatitis C
Pengindap
hepatitis C biasanya ditularkan dengan cara yang hampir sama dengan penularan hepatitis B tetapi pada kebanyakan orang karena jarum
suntik. Namun,
pengaturan diet yang tepat dapat mempercepat pemulihan fungsi hati. Semua zat
gizi (karbohidrat, lemak, protein, dan lain-lain) dicerna dan diserap oleh
dinding usus kemudian akan diangkut ke dalam hati untuk diolah. Hati juga berfungsi untuk menetralkan racun termasuk obat-obatan yang membahayakan hormon dan lain-lain. Hati
juga memiliki
kemampuan yang sangat tinggi untuk regenerasi
atau pemulihan.Pemberian protein
bermutu tinggi dan vitamin dapat mempercepat pemulihan yang harus disesuaikan dengan toleransi tubuh penderita. Karena bila berlebih dapat menyebabkan kadar ammonia dalam darah meningkat
atau tidak seimbang sehingga timbullah berbagai gangguan dalam tubuh. Pengaturan diet yang tepat untuk penderita
hepatitis agar diperoleh pemulihan yang maksimal.
Syarat Diet untuk Penderita Penyakit
Hati
Tujuan
pengaturan diet pada penderita penyakit hati adalah memberikan makanan cukup
untuk mempercepat perbaikan fungsi tanpa memperberat kerja hati. Syaratnya
adalah sebagai berikut :
1.Kalori tinggi, kandungan karbohidrat
tinggi, lemak sedang dan protein disesuaikan dengan keadaan penderita.
2.Diet diberikan secara bertahap, disesuaikan
dengan nafsu makan dan toleransi pendeita.
3.Cukup vitamin dan mineral.
4.Rendah garam atau cairan dibatasi bila
terjadi penimbunan garam/air.
5.Mudah dicerna dan tidak merangsang.
6.Bahan makanan yang mengandung gas
dihindari.
7.Bila berat badan berlebihan, harus
diturunkan secara bertahap sesuai kebutuhan penderita.
8.Bahan Makanan yang mengandung lemak dan
kolesterol dihindari, seperti ayam dengan kulit, kuning telur, jeroan, udang
dan lain – lain.
Macam- macam Diet untuk Penderita Penyakit Hati
Diet 1
Untuk penderita
sirosis hati yang berat dan hepatitis akut prekoma. Makanan berupa cairan yang mengandung karbohidrat sederhana misalnya sari
buah, sirop, teh manis. Pemberian protein sebaiknya dihindarkan. Bila terjadi
penimbunan cairan atau sulit kencing maka pemberian cairan maksimum 1 liter
perhari. Diet ini sebaiknya diberikan
lebih dari 3 hari.
Diet 2
Diberikan bila
keadaan akut atau prekoma sudah dapat diatasi dan mulai timbul nafsu makan.
Diet berbentuk lunak atau dicincang, tergantung keadaan penderita. Asupan
protein dibatasi hingga 30 gram perhari, dan lemak diberikan dalam bentuk yang mudah dicerna. Diet 3
Untuk penderita yang nafsunya ckup
baik, bentuk makanan biasa atau lunak tergantung keadaan oenderita. Kandungan
protein bisa sampai 1 g/kg berat badan,
lemak sedang dalam bentuk yang mudah dicerna.
Diet 4
Penderita yang nafsu makannya sudah
membaik dapat menerima protein dan tidak menunjukkan sirosis aktif.Bentuk
makanan lunak atau biasa tergantung kesanggupan penderita yaitu kalori,
kandungan protein dan hidrat arang tinggi, lemak, vitamin, dan mineral yang
cukup.
Pemilihan Bahan
Makanan Bagi Penderita Hepatitis :
1. Hindari makanan yang dapat menimbulkan gas, seperti
timun, ubi, singkong, kacang merah, kol, sawi, lobak, nangka, durian dan
lain-lain.
2.
Hindari makanan yang telah diawetkan seperti sosis, ikan
asin, kornet, dan lain-lain.
3. Pilihlah bahan makanan yang kandungan lemaknya tidak
banyak seperti daging yang tidak berlemak, ikan segar, ayam tanpa kulit.
4. Sebaiknya pilih sayur-sayuran yang sedikit mengandung
serat seperti bayam, wortel, bit, labu siam, kacang panjang muda, buncis muda,
daun kangkung dan sebagainya.
5. Bumbu-bumbu jangan terlalu merangsang. Salam, laos,
kunyit, bawang merah, bawang putih dan ketumbar boleh dipakai tetapi jangan
terlalu banyak.
6.
Hindarkan makanan yang terlalu berlemak seperti daging
babi, usus, babat, otak, sum-sum dan santan kental.
7.
Hindari penggunaan kelapa, minyak kelapa, minyak hewan,
margarin dan mentega.
8.
Batasi penggunaan daging hingga 3 kali seminggu, makanlah
sering ikan atau ayam tanpa lemak sebagai pengganti.
9.
Gunakan susu skim pengganti susu penuh.
Bagi penderita hepatitis, terapi diet
sangat penting untuk dilakukan. Kandungan gizi pada terapi diet penderita
hepatitis berbeda-beda tergantung pada kondisi penderita. Total kalori yang
diberikan juga berbeda, tergantung besar badan dan aktivitas penderita.
Nama : Metta Mei Nuriltristiani
E-mail : mettatrisns@gmail.com
Blog : etikakeperawatan96.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar